Suara.com - Bagi gamers atau para pencinta game, trailer bisa dijadikan wacana: sebuah permainan bakal seru atau tidak. Nah, Game for Peace atau PUBG Mobile versi China baru saja meluncurkan trailer keren durasi dua menit karya Tesla China dan Tencent Games.
Dikutip dari Teslarati, saking girangnya Elon Musk, ia pun mengunggah trailer itu di laman media sosial Twitter, disertai komentar pendek "Cybrrrtruck".
Bisa disebut itulah pariwara informal bagi Tesla Cybertruck dan Tesla Roadster, sekaligus semacam pengesahan darinya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Tesla Incorporation, bahwa produk ini memang benar lansiran Tesla China.
Trailer dibuat @NutT4y serta INFINI untuk Tesla China dan Tencent Games, dibuka dengan bidikan Tesla Roadster generasi mutakhir yang melakukan perjalanan di luar angkasa dan mendarat di Mars, untuk bergabung bersama Tesla Cybertruck.
Kedua kendaraan listrik itu kemudian melakukan perjalanan lintas masa, 15 tahun ke saat silam, di mana mereka dikirim ke medan pertempuran intens yang penuh dengan droid mematikan dan ancaman lainnya.
Lantas berikutnya adalah tayangan yang memanjakan mata, seperti Tesla Cybertruck yang menggunakan body bajanya untuk menghancurkan banyak droid sekaligus saat si truk melayang.
Ada pula adegan truk listrik ini melompat ke udara dan langsung masuk ke lubang cacing saat ia melarikan diri. Seru lagi keren.
Sebagai perusahaan yang tidak beriklan, persepsi publik tentang Tesla terkadang cenderung miring. Sejumlah liputan negatif serta kritik dari pengguna non-mobil listrik seolah mengesampingkan fakta manfaat dari kendaraan terelektrifikasi dengan bahan bakar non-fossil itu.
Salah satu cara antisipasinya tentu via pariwara atau iklan agar masyarakat umum yang belum menyadari mobil listrik bisa diedukasi. Namun Elon Musk cukup ragu untuk melakukannya.
Baca Juga: Tesla Bebaskan Biaya Isi Ulang Baterai Mobil Listrik di Kawasan Terdampak Banjir Eropa
Kini, dengan kemunculan produk-produk Tesla di Game for Peace di China, diharapkan bisa membantu publik dalam menyikapi kehadiran mobil listrik, termasuk produk Tesla.
Berita Terkait
-
Mengapa Rencana Memindahkan Pusat Data AI ke Luar Angkasa Picu Kekhawatiran Ilmuwan?
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kekayaan Elon Musk Saingi Bitcoin Usai IPO SpaceX, Jauh Lampaui Pengusaha Teknologi Lain
-
Wakil Pakistan Jadi Juara, PMGO di Jakarta Pecahkan Rekor Dunia
-
PMGO 2026 di Jakarta Jadi Sorotan Dunia, Indonesia Dibidik sebagai Hub Esports Global
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan