Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu merilis harta kekayaan pejabat negara. Dalam laporannya, tercatat beberapa pejabat negara mengalami peningkatan harta kekayaan selama pandemi covid-19, salah satunya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan.
Dalam laporan harta kekayaan terbaru, selama tahun 2020 Luhut memiliki total kekayaan hingga Rp 745.188.108.997.
Artinya harta miliknya mengalami kenaikan hingga Rp 67.440.505.710. Pada tahun 2019, Luhut memiliki total kekayaan Rp 677.440.505.710.
Dari sisi koleksi kendaraan, total harta kekayaannya justru berbanding terbalik. Pada laporan 2020, ternyata harta kekayaannya menurun dibandingkan dari tahun sebelumnya.
Jika dilihat pada laporan untuk tahun 2020, ia tercatat memiliki 2 motor dan 3 mobil. Dua motor tersebut berjenis Honda Solo tahun 2015 dan 2020. Masing-masing memiliki nilai Rp 7.450.000 dan Rp 17.647.000.
Selanjutnya, ia juga tercatat memiliki dua mobil mewah, yakni Lexus LS 460 AT tahun 2016 senilai Rp1,5 miliar dan Toyota Alphard 3.5 Q AT tahun 2016 senilai Rp 900 juta. Luhut juga memiliki Isuzu Panther LM tahun 2006 senilai Rp 60 juta.
Total harta kekayaan dari segi alat transportasi dan mesin pada tahun tersebut senilai Rp 2.485.097.000.
Di tahun 2019, Luhut melaporkan 1 motor dan 4 mobil. Sepeda motor yang dimilikinya yakni Honda Solo tahun 2015 yang ditaksir seharga Rp 7.450.000.
Untuk 4 mobil yang dilaporkannya, tercatat ada Lexus LS 460 AT tahun 2016 senilai Rp 1,5 miliar, Toyota Alphard 3.5 Q AT tahun 2016 senilai Rp 900 juta, Isuzu Panther LM tahun 2006 senilai Rp 60 juta, dan Lexus Jeep tahun 2004 senilai RP 1 miliar.
Baca Juga: Hyundai Staria Masih Inden Sampai Dua Bulan, Kehadirannya Ditanggapi Positif
Total harta kekayaan dari segi alat transportasi dan mesin pada tahun tersebut senilai Rp 3.467.450.000.
Jika dikalkulasikan, harta kekayaan dari segi alat transportasi dan mesin terjadi penyusutan sebesar Rp 982.353.000.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis