Suara.com - Tesla Incorporation menarik kembali versi terbaru Full Self-Driving (FSD) dari software versi beta. Kejadian ini terjadi kurang dari sehari setelah fitur dirilis.
Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, keputusan recall ini diambil setelah pengguna mengeluhkan peringatan tabrakan palsu dan masalah lainnya.
"Melihat beberapa masalah dengan 10.3, sementara mundur gunakan 10.2," ungkap Elon Musk, Chief Executive Officer (CEO) Tesla Incorporation sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (25/10/2021).
Full Self-Driving (FSD) sendiri adalah teknologi mengemudi semi-otonom Tesla.
"Harap dicatat, ini diuji dengan perangkat lunak beta. Tidak mungkin menguji semua konfigurasi perangkat keras dalam semua kondisi dengan QA internal (penjaminan kualitas), maka beta (dibuat) publik," jelasnya.
Rilis sistem bantuan mengemudi baru untuk beberapa pemilik model Tesla, yang menurut perusahaan menampilkan beberapa peningkatan, telah diumumkan pada hari Jumat (22/10/2021).
Pada hari Sabtu (24/10/2021), Elon menyebutkan bahwa rilis mungkin akan ditunda satu hari.
"Regresi beberapa belokan kiri di lampu lalu lintas ditemukan oleh QA internal di 10.3. Perbaikan dalam pekerjaan, mungkin rilis besok," katanya saat itu.
Produk-produk Tesla yang disemat software perangkat lunak 10.3 terbaru berulang kali memberikan "Peringatan Tabrakan Maju" bahkan ketika tidak ada bahaya langsung, demikian menurut unggahan video pengguna beta. Beberapa kendaraan juga secara otomatis mengerem tanpa alasan, kata pengguna di postingan media sosial.
Baca Juga: Best 5 Oto: BMW 320i Dynamic dan Wuling Formo S Produk Baru Pekan Ini, Judika Geber Trail
Beberapa pengguna mengatakan mereka kehilangan software FSD versi beta sepenuhnya setelah mengalami masalah dengan iterasi terbaru.
Tidak ada informasi terbaru tentang kemungkinan tanggal baru untuk rilis, baik dari Elon Musk di media sosial maupun dari Tesla.
Sementara itu, pihak Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) pada Agustus 2021 membuka penyelidikan keamanan formal ke dalam sistem Autopilot Tesla di 765 ribu kendaraan di Negeri Paman Sam, setelah terjadi serangkaian kecelakaan yang melibatkan beberapa model Tesla.
Berita Terkait
-
Saham Apple, Nvidia hingga Tesla Kini Bisa Diperdagangkan 24/7 di OKX
-
Gebrakan Baru: VW dan Tesla Bikin Sepeda Listrik Canggih, Ada Radarnya!
-
Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas
-
ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031
-
Apple Umumkan iOS 27, Cek Apakah iPhone Milikmu Masih Kebagian Update?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya