-
Pengemudi Tesla ditangkap atas dugaan pembunuhan setelah menabrak rumah warga hingga memakan korban jiwa.
-
Pihak Tesla membantah eror sistem karena sopir menginjak pedal gas penuh hingga kecepatan maksimal.
-
Keluarga korban menuntut Tesla ke pengadilan dengan tuduhan kelalaian atas cacat sistem kemudi otomatis.
Suara.com - Sebuah mobil Tesla menghantam rumah warga hingga menewaskan seorang nenek penghuni di dalamnya. Pengemudi yang diidentifikasi sebagai kurir pengantar makanan kini resmi menghadapi tuntutan hukum berat akibat insiden tersebut.
Aparat penegak hukum dari Kantor Sheriff Harris County langsung menahan pria bernama Butler atas tuduhan pembunuhan tidak berencana.
Dikutip FOX, petugas menjelaskan bahwa kendaraan tersebut mendadak keluar jalur sebelum akhirnya melesat tanpa kendali menembus dinding bangunan.
Rekaman kamera pemantau dari bel pintu menunjukkan detik-detik mengerikan saat mobil tersebut melaju sangat kencang dan menghancurkan area pemukiman. Berdasarkan dokumen pemeriksaan, kendaraan elektrik itu menyentuh kecepatan 73 mil per jam atau dua kali lipat dari batas aman yang ditentukan.
Pihak berwenang juga mengungkap fakta bahwa tidak ada upaya pengereman sama sekali selama beberapa menit menjelang benturan keras terjadi. Sebelum hilang kesadaran, pengemudi mengaku sedang sibuk mengutak-atik layar sentuh di dasbor untuk mengatur musik.
Di sisi lain, pria yang bekerja sebagai pengirim pesanan DoorDash ini menegaskan dirinya tidak dalam pengaruh obat-obatan maupun alkohol. Namun, otoritas yudisial setempat menetapkan uang jaminan pembebasan bersyarat sebesar 150.000 dolar AS dalam persidangan.
Hakim pengadilan juga mewajibkan terdakwa memakai alat pemantau elektronik di pergelangan kaki serta melarangnya mengemudikan kendaraan bermotor. Di tengah proses pidana berjalan, produsen otomotif milik Elon Musk ini justru memberikan bantahan keras terkait malafungsi teknologi mereka.
Pihak manajemen pabrikan mobil listrik tersebut menilai ada kesalahan fatal dari tindakan pengemudi dan bukan pada sistem otomatisasi.
"Dalam kasus ini, pengemudi secara manual membatalkan sistem self-driving dengan menekan pedal akselerator sepenuhnya hingga 100% di area perumahan ini," tulis Ashok Elluswamy, Kepala AI Tesla melalui platform media sosial X.
Baca Juga: Sinopsis Sebelum Dijemput Nenek: Film Teror Arwah yang Siap Geser Posisi Agak Laen 2 di Netflix
Elon Musk juga menambahkan argumen bahwa moda kemudi otomatis penuh seharusnya berjalan lambat jika melintasi kawasan padat penduduk. Benturan argumen ini memicu reaksi keras dari pihak keluarga korban tewas yang bernama Avila.
Keluarga korban langsung melayangkan gugatan perdata ke pengadilan terhadap perusahaan teknologi raksasa tersebut atas dugaan kelalaian yang terstruktur. Mereka menilai korporasi gagal memberikan peringatan yang transparan mengenai potensi cacat produk pada perangkat kemudi otomatisnya.
Kasus kecelakaan fatal ini menjadi sorotan tajam publik terkait keselamatan integrasi kecerdasan buatan pada industri transportasi massal saat ini. Kasus hukum ini diperkirakan akan membuka babak baru dalam regulasi keselamatan operasional mobil pintar di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Jateng Dikepung Zona Megathrust dan Sesar Aktif, Wakil Ketua DPRD: Warga Harus Waspada!
-
4 Penyebab HP Android Lemot yang Sering Tak Disadari, Cek Sebelum Makin Parah
-
8 Aturan Menata Sofa Menurut Feng Shui agar Tidak Menghambat Energi
-
35 Ucapan HUT RI ke-81, Penuh Semangat dan Cocok Dibagikan di Media Sosial
-
KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT
-
Siapa Pembawa Baki Tahun Ini? Ini Dia Sosok Celine Olivia dari Tim Paskibraka 'Indonesia Berdaulat'
-
Wajah Baru Way Kambas: Ambisi Lampung Membangun Surga Gajah Kelas Dunia
-
Cara Meratakan Skin Tint Pakai Jari atau Spons? Ini Bedanya
-
Motul Indonesia Dukung Gaya Hidup Roda Dua di Mozia MotoFest 2026
-
Mitos PTN vs PTS: Label Kampus Tak Pernah Menjamin Otakmu Berkelas