Suara.com - Perlu buru-buru ke peturasan atau toilet menjadi hal yang sering terjadi saat melakukan perjalanan jauh. Menjawab kebutuhan alami yang perlu segera ditangani itu, Toyota dikabarkan tengah mengembangkan teknologi seru. Yaitu pengembangan detektor penumpang dengan hasrat ingin buang air kecil.
Dalam sebuah dokumen deskripsi produk, pembuat mobil asal Jepang itu diketahui telah mengajukan paten ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat.
Diungkap oleh CarBuzz, dokumen ini menunjukkan sejumlah teknologi mutakhir. Pertama, akan mendeteksi seberapa besar kemungkinan penumpang ingin ke kamar kecil.
Jika terdeteksi, maka sistem akan memberi sinyal pemberitahuan kepada pengemudi melalui layar infotainment. Selanjutnya sistem akan menyarankan rute menuju ke pemberhentian terdekat di mana toilet umum tersedia.
Dalam dokumen permohonan paten dijelaskan bila Toyota mengandalkan sensor untuk mendeteksi seberapa perlu penumpang untuk buang air kecil atau besar. Dua area deteksi utama melibatkan sensor di kursi dan sistem kamera untuk melacak ekspresi wajah.
Sistem pertama akan menggunakan beberapa jenis sensor yang ditempatkan di dalam kursi. Sensor potensial termasuk echogram atau ultra suara yang dapat mendeteksi keberadaan kotoran di saluran pencernaan, atau sensor gas yang dapat mendeteksi frekuensi dan komponen kentut untuk menentukan apakah perlu istirahat di kamar mandi.
Sedangkan sistem kamera akan menganalisis ekspresi wajah, membuat garis dasar, dan kemudian menggunakan AI untuk menentukan kapan mobil harus berhenti dari ekspresi wajah penumpang.
Sejauh ini belum diketahui kapan teknologi tersebut mulai akan digunakan. Namun dalam dokumen yang diajukan, teknologi ini rencananya akan tersemat pada model Camry atau Highlander.
Baca Juga: Tahun Baru, PT TAM Sebut Harga All-New Toyota Avanza dan All-New Veloz Disesuaikan
Berita Terkait
-
Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation
-
Bos Toyota Akui Miliki Terlalu Banyak Model yang Bikin Bingung Konsumen
-
Era Digital Banjiri Keinginan, Pengamat Ingatkan Pentingnya Mengelola Hasrat
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi
-
Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen
-
Lupakan Mesin 3 dan 4 Silinder, Begini Pesona Mobil Dua Piston asal Italia
-
Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar