Suara.com - Produsen mobil terbesar Korea, Hyundai Motor Group yang mencakup merek Hyundai, Kia dan Genesis, memutuskan belum mau ikut bergabung dengan produsen mobil Eropa, Amerika Utara, dan beberapa Jepang dalam menghentikan produksi dan ekspor di Rusia.
Dilansir dari Carscoops, perusahaan tersebut mengaku prihatin dengan apa yang terjadi di Ukraina, namun lebih memilih untuk mengutamakan kesejahteraan orang-orang yang ambil bagian di perusahaan tersebut.
"Kia Corporation sangat prihatin dengan situasi di Ukraina. Perusahaan kami berfokus untuk memastikan keselamatan karyawan kami saat ini di daerah yang terkena dampak. Sementara prioritas utama kami adalah kesejahteraan orang-orang kami, kami akan terus memantau potensi gangguan pada bisnis kami dan mengelola rencana darurat yang sesuai.”
Selain Kia, kubu Hyundai belum buka suara terkait hal ini. Namun, mengingat Kia dan Hyundai mengoperasikan pabrik Hyundai Motor Manufacturing Rus di Sestroretsk serta di Saint Petersburg, Rusia maka indikasi bahwa keputusan itu akan berlaku untuk salah satu perusahaan menguat.
Pada hari Selasa, Wall Street Journal melaporkan bahwa Hyundai telah menghentikan produksi di pabrik St. Petersburg, tetapi mencatat bahwa Korea mengatakan itu karena kekurangan komponen global dan "tidak ada hubungannya dengan invasi Rusia ke Ukraina atau sanksi ekonomi Barat".
Hyundai menambahkan bahwa pabrik akan melanjutkan produksi di sana minggu depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil, Ratusan Organisasi Cium Bahaya Dwifungsi TNI
-
Akses Layanan Kesehatan Program JKN Berikan Rasa Aman Bagi Emanuel Giai
-
BRI Hadirkan Promo Buy 1 Get 2 Tiket Bioskop di XXI dan Diskon Popcorn
-
Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi NDR, Diduga Pelaku Penusukan Berantai
-
Diskon 20 Persen Bersantap di Dragon Hot Pot Bersama BRI
-
8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf
-
Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda
-
Pengambilan Ijazah SMA-SMK Dipersulit Sekolah? Lapor ke Ombudsman Riau