Suara.com - Yamaha telah melakukan investasi ketiganya ke Tier IV, pengembang utama sistem operasi self-driving open-source Autoware.
Perusahaan ini telah melanjutkan investasinya dalam teknologi mengemudi otonom dengan investasi ketiganya ke Tier IV Inc.
Dilansir dari Visordown, Yamaha pertama kali berinvestasi di Tier IV pada Agustus 2017, sebelum berinvestasi lagi pada Juli 2019.
Investasi terbaru ini, tiga tahun sejak komitmen terakhirnya, menjadi penanda keseriusan Yamaha untuk terus mempromosikan dan mengembangkan teknologi mengemudi otonom.
Tier IV adalah pemimpin pengembangan Autoware, yang merupakan sistem operasi (OS) mengemudi otonom sumber terbuka pertama, yang menurut Yamaha penting sebagai langkah untuk 'mendemokratisasikan' sistem kemudi otonom sehingga siapa pun dapat berkontribusi pada kemajuan teknologi.
Bersama Bridgestone dan investor lainnya, Yamaha telah membantu membawa total investasi di Tier IV menjadi 12,1 miliar Yen (sekitar 1,3 triliun rupiah).
Yamaha mengatakan bahwa teknologi mengemudi otonom yang mereka kembangkan dengan Tier IV bersama investor lainnya bertujuan untuk mengembangkan sistem mengemudi otomatis berkecepatan rendah.
Saat ini belum banyak sistem pengemudi otomatis yang tersemat pada motor, berkebalikan dengan banyaknya fitur ini untuk bisa ditemui pada mobil.
Namun mengingat bahwa ini adalah langkah yang ditempuh Yamaha selaku produsen motor ternama, maka tak sedikit yang berspekulasi bahwa bisa saja fitur ini akan jamak ditemui di sepeda motor.
Baca Juga: Smoot Cari Mitra Baru di Pameran Kendaraan Listrik PEVS 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu
-
Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus
-
Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0
-
Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa
-
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
-
Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi
-
Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026