Suara.com - Marketing Director Smoot Motor Indonesia Karim Taruna mengatakan bahwa selain menjual produk motor listrik, perusahaan juga berupaya menggaet mitra baru lewat ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
"Kita sekarang di event ini, ayo bergabung jadi mitra. Kita tahu di ajang Periklindo ini banyak target audiens yang dituju, termasuk mencari opportunity bisnis," kata Karim Taruna saat ditemui wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/7/2022).
"Kemitraan ini ada dari dealership, ada dari franchising. Kalau dealership dia akan mengatur dealer-nya sendiri, caranya gampang, tinggal beli lima unit. Kalau franchising beda lagi. Jadi ayok kita sharing dulu, semua bisa kita tawarkan ke calon dealer atau calon franchising," sambungnya.
Sementara untuk unit yang dipamerkan di PEVS 2022, Smoot membawa produk Smoot Tempur yang menggunakan teknologi swap sehingga memungkinkan pengguna tak perlu mengisi daya baterai.
Karim mengatakan, pengguna bebas menukar baterai di SWAP Station yang telah tersebar di 450 titik di Indonesia, di mana 350 titik di antaranya berada di Jabodetabek. Namun ke depannya, Smoot akan terus berupaya memperbanyak infrastruktur tersebut.
"Swap ini, tujuannya agar pengguna tidak takut menggunakan motor ini untuk melakukan perjalanan jarak jauh," kata Karim.
"Kita juga ingin bahwa motor kita bukan cuma kepake saja, tapi bisa merubah mindset kalau motor listrik itu motor komplek yang cuma bisa jalan di komplek. Kita coba merubah bahwa motor ini bisa dipakai untuk sehari-hari lah," imbuhnya.
Namun, Karim mengatakan ada satu hal yang perlu dibayar oleh pengguna motor listrik Smoot Tempur, yakni kuota kilometer yang di top-up melalui aplikasi.
"Kalau di hp itu ada pulsa, di sini kuota kilometer. Paketnya menarik, Rp 20 ribu dapat 100 kilometer, Rp 45 ribu dapat 100 kilometer, kemudian Rp 80 ribu dapat 500 kilometer," ujar Karim.
Baca Juga: Moeldoko Jajal Mobil Listrik Wuling di PEVS 2022
Harga motor listrik Smoot Tempur dibanderol Rp 16 juta on-the-road. [Antara]
Berita Terkait
-
Asosiasi Desak Pemerintah Gunakan Motor Listrik untuk Kendaraan Dinas Demi Keberlanjutan Industri
-
Ofero Indonesia Targetkan Ekspansi ke Sejumlah Negara Baru pada Tahun 2026
-
7 Rekomendasi Motor Listrik Untuk Ojol, Irit Bahan Bakar dan Cocok Dipakai Harian
-
Suzuki Jawab Rencana Peluncuran Motor Listrik di Indonesia
-
Baterai Solid-State: Evolusi Sempurna untuk Motor Listrik atau Masih Penuh Celah?
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Mimpi Mobil Murah Buyar? Ini Alasan Harga LCGC Kini Tembus Rp200 Juta
-
Bosan Mobil Jepang? Ini 9 Mobil Eropa dan Amerika Bekas Mulai 80 Jutaan, Produksi 2015 ke Atas!
-
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
-
5 Bedanya Sleeper Bus vs Eksekutif, Modal Rp100 Ribuan Lebih Worth It Mana?
-
5 Rekomendasi Motor Matic yang Enak Buat Touring dan Irit Bahan Bakar
-
5 Jenis Pelat Nomor Kendaraan Listrik, Apa Bedanya Lis Biru pada Pelat Putih dan Hijau?
-
5 Mobil Keluarga Kecil dengan Harga Rp100 Jutaan, Cocok buat Keluarga Baru
-
Kawasaki ZX-25R Wajib Waspada? Penantang Baru Hadir dengan Fitur 'Sultan'
-
Sempat Laris, Mobil Listrik Xiaomi SU7 Ultra Kini Hilang Pamor, Publik Tak Lagi FOMO?
-
Bagaimana Cara Menghindari Pajak Progresif Setelah Menjual Kendaraan?