Suara.com - Dahulu menjadi lady boncenger atau kerap dibonceng dan kini siap mengaspal naik sepeda motor sendiri? Buat ladies yang sudah alih status menjadi lady rider atau lady biker baru, pastinya ada beberapa hal yang mesti diingat dan diterapkan, supaya kegiatan berkendara semakin seru.
Dikutip dari Astra Motor, beberapa kesukaan ladies seperti high heels dan rok panjang mesti ditunda saat berkendara. Bukan disetop atau tidak dibolehkan, melainkan dikenakan setelah kegiatan mengemudikan selesai.
Berikut adalah kumpulan lima (5) tips bagi para lady biker atau lady rider yang baru memulai berkegiatan menunggang sendiri kendaraan roda dua. Agar keamanan dan kenyamanan tetap terjaga, silakan disimak:
Kenakan aksesoris seperlunya
- Meski tidak ada larangan, dianjurkan agar ladies tidak mengenakan berbagai aksesoris seperti kalung, gelang, sampai cincin mahal berkilau yang membuat maling tertarik melakukan tindak kriminal.
- Mengingat lokasi aksesoris, dikhawatirkan pengambilan paksa dilakukan dengan kekerasan seperti jambret, sampai mengambil paksa sepeda motor sekaligus.
Pilih tas yang tepat
- Hindari membawa handbag atau tas-tas cantik yang memancing tindak kriminal.
- Pilihan tas mesti jenis yang mudah dibawa dan tidak menyulitkan pergerakan pengendara.
- Paling aman adalah menyimpannya di bagasi.
Jangan lupakan perlengkapan wajib berkendara
- Standar keamanan berkendara meliputi helm, jaket berkendara, sarung tangan, serta sepatu tertutup.
- Kemudian sarana pendukung, seperti ikat rambut apabila ladies memiliki rambut tergerai. Sehingga aktivitas berkendara tidak akan terganggu.
Alas kaki mesti dipilih yang melindungi, bukan menyulitkan
- Suka sepatu tinggi atau high heels? Tenang, bukannya tidak bisa digunakan, akan tetapi disimpan terlebih dahulu di bagasi dan kenakan setelah aktivitas mengemudi selesai.
- Pilih sepatu nyaman dikenakan dan melindungi kaki. Juga bukan sandal jepit mau pun sandal modis serba terbuka.
Tidak mengenakan rok, baik pendek mau pun panjang
- Pilih busana yang membuat pergerakan kaki leluasa. Bukan rok pendek atau gaun panjang.
- Rok ketat mampu mempengaruhi batas gerak kaki pengendara ketika berada di jalur lambat atau kondisi yang berhenti mendadak.
- Sedangkan gaun panjang terutama yang melambai-lambai terkena angin berpotensi tersangkut di rantai sepeda motor dan membahayakan pengendara karena risiko tergelincir saat rantai tidak bisa beroperasi.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Ladies Perlu Pilih Motor Bagasi Gede
Berita Terkait
-
5 Langkah Mudah Menanam Bunga Telang untuk Pemula: Hanya 2 Bulan Bisa Panen!
-
6 Tips agar Sepeda Lipat Makin Ngebut di Jalanan, Tak Takut Tertinggal saat Gowes Bareng
-
12 Tips Memilih Shade Lipstik Sesuai Warna Pakaian, Biar Makin Serasi dan Stylish
-
Isuzu Tunjukkan Fleksibilitas Kendaraan Niaga di GIIAS 2026, Masuk ke Industri Kreatif
-
Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Lipstik Nude? Ini Tips Memilihnya agar Tak Pucat dan Kusam
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan