Suara.com - Sebuah foto jadul kerap membuat netizen terperangah dengan harga mobil di masa lalu. Mobil Volkswagen (VW) yang hanya dibanderol Rp 2 jutaan ini sukses bikin netizen auto kaget. Di zaman sekarang, uang Rp 2 jutaan hanya mampu untuk membeli sebuah HP. Namun puluhan tahun lalu, uang sebesar itu bisa dibelikan sebuah mobil merek Volkswagen.
Meski terlihat murah, namun nilai uang pada 1970-an tentu berbeda dibanding nilai uang saat ini. "Mobil VW Safari keluaran Volkswagen. Tahun 1977 harganya kisaran Rp. 2.950.000," tulis akun Facebook Perpustakaan Nasional RI. Iklan tersebut menampilkan ilustrasi VW Safari yang sering disebut sebagai "mobil Pak Camat" oleh masyarakat pada masa itu, karena banyak digunakan oleh camat sebagai kendaraan dinas di akhir tahun 1970-an.
Volkswagen Type 181/182 mempunyai banyak nama pada masa produksi 1969 hingga 1983. Masyarakat di AS dan Inggris menyebut mobil VW tersebut dengan nama Thing serta Trekker. Warga Indonesia sendiri lebih senang menyebut kendaraan VW ini sebagai 'Mobil Camat'. Melalui laman InflationTool (situs penghitung nilai inflasi), Rp 2.950.000 di tahun 1977 senilai dengan Rp 136 juta pada 2024.
Iklan mobil VW Safari tahun 1977 tidak hanya sekadar menampilkan harga mobil, tetapi juga memberikan kita gambaran tentang perkembangan industri otomotif di Indonesia pada masa itu. Mobil-mobil seperti VW Passat, Kombi, dan Microbus menjadi ikon pada masanya dan sangat populer di kalangan masyarakat.
Dengan melihat iklan tersebut, kita bisa membandingkan desain dan fitur mobil-mobil pada era 1970-an dengan mobil-mobil modern saat ini. Perkembangan teknologi otomotif yang sangat pesat telah mengubah wajah industri otomotif secara drastis.
"Mobil Pak Camat dan Pak Wedono," kata netizen.
"Sekarang kalau kinclong mahal banget, bisa ditukar mobil MVP lumayan muda," pendapat netizen lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia