Suara.com - Supir truk maut Cipondoh dengan inisial JFN (24) masih dalam perawatan medis di rumah sakit usai babak belur dihajar massa.
Video yang memperlihatkan kondisinya pun telah ramai beredar di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun X bernama txtdrfacebook_.
Pelaku tabrak lari dan aksi agresif saat berkendara ini tampak masih bisa berbincang-bincang pada video yang diunggah hari ini (1/11/2024), membuat publik kaget.
Bukan tanpa sebab, pengguna media sosial sebelumnya sempat disuguhi video-video yang memperlihatkan momen saat supir ini diseret keluar dari kendaraan dan menerima amukan warga, sehingga banyak yang terkejut atas beredarnya video kondisi supir tersebut.
"Jangan mati dulu, belom kena azab dunia," tulis salah seorang pengguna X.
"Syukurlah masih hidup, biar ngerasain diamuk massa lagi," celoteh netizen lain.
"Dih masih hidup," timpal netizen.
Positif narkoba
Kepala Humas RSUD Hilwani mengonfirmasi bahwa ada zat adiktif dalam sampel urine JFN yang mengindikasikan adanya konsumsi narkotika.
"Kami menemukan zat adiktif pada hasil laboratorium JFN, mengarah pada penggunaan narkoba," ucapnya pada awak media.
Polres Metro Tangerang memaparkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini, namun banyak kerugian material termasuk kerusakan 16 kendaraan di sepanjang jalan.
Kronologi truk maut di Cipondoh Tangerang
Mulanya truk yang dikemudikan JFN melaju dari arah Cikokol menuju Cipondoh. Lalu sopir kemudian menabrak sebuah mobil. Kejadian ini berlangsung pada Kamis (31/10/2024).
Panik, ia pun kabur, membuat warga berusaha mengejar. Sopir truk ini pun akhirnya bisa dihentikan di Bundaran Tugu Adipura.
"Supir mulanya menabrak bemper belakang Suzuki Ertiga yang dikendarai oleh Laurentius saat berhenti di lampu lalulintas di arah Kodim," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho.
"Belum ada laporan mengenai korban meninggal, jadi tidak benar berita yang mengatakan ada 30 korban tewas," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Supir Truk Ugal-ugalan di Cipondoh Ternyata 'Mabuk' Narkoba: Apa Itu Amfetamin dan Benarkah Bisa Bikin Halusinasi?
-
Positif Narkoba, JFN Sopir Truk 'Gila' Penabrak Puluhan Orang di Tangerang Ternyata Lagi Nge-Fly
-
Blusukan ke Tangerang, Kaesang Bagi-bagi Susu dan Buku Gratis Ditemani Cabup-Cawabup Jagoan PSI
-
Tragedi Mobil Kru TV One dan Insiden Pencurian Laptop, Publik: Rosalia Lagi Rosalia Lagi!
-
6 Orang Jadi Korban Truk Ugal-ugalan di Tangerang, 16 Kendaraan Ringsek
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan