Berikut spesifikasi modifikasi "Sipakatau" karya Aditya Chandra
- Body: Tetap mempertahankan bentuk original, namun dilapisi dengan custom fiber dari NGKS, yang membentuk siluet baru tanpa meninggalkan DNA aslinya.
- Frame: Tidak diubah, tetap menggunakan frame original.
- Ban Depan dan Belakang (FR dan RR Tire): Maxxis Victra 120/70 ukuran 12 inci, menambah grip serta mendukung tampilan ceper khas low rider.
- Velg: Menggunakan Monoblock Custom NGKS dengan desain yang unik dan solid.
- Lampu Depan dan Stop Lamp: Tetap menggunakan versi original, namun terlihat pas dengan tampilan modifikasi yang halus.
- Panel Meter dan Floor Panel: Tidak diubah, mempertahankan fungsi optimal dari komponen original.
- Handlebar Switch: Diganti dengan model aftermarket, lebih modern dan stylish.
- Suspensi Depan dan Belakang: Sudah menggunakan Airsus System dari NGKS, memungkinkan pengaturan tinggi-rendah motor sesuai kebutuhan pengendara.
- Master Rem dan Selang Rem: Komponen aftermarket untuk pengereman yang lebih responsif.
- Disk Brake Depan: Sudah upgrade ke Blind Disk Brake 220 mm dari NGKS, mendukung performa pengereman lebih kuat.
- Kaliper Rem Depan: Diganti dengan model aftermarket 2 piston, menunjang sistem pengereman yang lebih stabil.
- Spion: Menggunakan Bar End Aftermarket, tampil minimalis dan estetik.
- Hand Grip: Diganti dengan TDR, nyaman digenggam dalam perjalanan jauh.
- Double Seat: Custom, menyesuaikan gaya low rider dan meningkatkan kenyamanan.
- Front dan Rear Fender: Keduanya menggunakan Custom NGKS.
- Handlebar, Riser, dan Bracket: Diambil dari CB150X, termasuk bracket riser dan panel, membuat posisi riding lebih ergonomis.
- Bracket Panel Meter: Custom by NGKS, menyesuaikan tampilan dashboard agar serasi.
3. Capung
Capung, motor karya dari Malik Abdul Aziz, builder handal dari Afto Motor, Pekanbaru ini memang ciamik.
Ia menampilkan modifikasi kreatif dan fungsional terhadap motor listrik Honda ICON e: yang mengusung konsep Dual Purpose, artinya motor dirancang untuk mampu digunakan di dua medan sekaligus: jalanan perkotaan dan jalur semi-offroad.
Modifikasi motor Capung menunjukkan keseimbangan antara estetika dan fungsi. Skema warna abu-abu gelap dipadukan dengan aksen oranye terang pada bagian bawah dan spion, menciptakan tampilan yang mencolok namun tetap fungsional.
Ini mencerminkan gaya motor petualang yang siap menjelajah namun tetap stylish untuk jalanan kota.
Berikut Spesifikasi Capung karya Malik Abdul Aziz
- Body dan Frame: Tetap mempertahankan struktur original, namun bagian duck fender dan swing arm menggunakan custom fiber dari Afto Motor, menambah kesan tangguh dan protektif.
- Ban Depan dan Belakang: Menggunakan Shinko SR426 dengan ukuran 120/90 - 12 (depan) dan 130/70 - 12 (belakang), ban semi-offroad yang cocok untuk berbagai kondisi jalan.
- Velg: Menggunakan Monoblock 12”, memberikan tampilan kokoh dan stabil.
- Visor: Dibuat dari acrylic custom Afto Motor, dengan desain aerodinamis
- Lampu Depan, Stop Lamp, Panel Meter: Tetap menggunakan komponen original, menjaga fungsi dasar tetap optimal.
- Spion (Backmirror): Menggunakan model Bar End Aftermarket yang stylish dan fungsional.
- Handle Grip: Menggunakan produk dari Cult, terkenal akan grip yang ergonomis dan nyaman.
- Handlebar Switch dan Brake Master: Tetap original, sedangkan brake lever telah di-coating untuk tampilan lebih menarik
- Suspensi Depan dan Belakang: Tetap mempertahankan suspensi original, karena dinilai cukup memadai untuk dual purpose.
- Rem Depan: Menggunakan disk brake aftermarket Wavy 190mm, yang memberikan efisiensi pengereman maksimal.
- Kaliper dan Brake Hose: Tetap memakai versi original, menunjang sistem pengereman standar.
- Double Seat: Dibuat secara custom untuk kenyamanan berkendara jarak jauh maupun harian.
- Bracket Visor dan RR Rack: Keduanya menggunakan custom Afto Motor, dirancang agar kompatibel dengan gaya dan fungsi dual purpose.
- Step Floor dan Lower Garnish: Dibuat dari aluminium plate, menambah kesan kokoh dan ringan.
- FR SUS Cover: Dibuat dari custom fiber Afto Motor, menyempurnakan tampilan kaki-kaki.
Spesifikasi Honda ICON e: dan CUV e:
Honda ICON e, motor listrik yang menggabungkan gaya, efisiensi, dan teknologi canggih dalam satu paket.
Baca Juga: Kebijakan Pemerintah Tidak Jelas, Maka Motors: Subdisi Motor Listrik Ada atau Enggak Tahun Ini?
Ditenagai motor listrik bertenaga 1,8 kW, Honda ICON e: mampu melesat hingga 55 km/jam. Baterainya, yang tersimpan rapi di dek bawah, menawarkan jarak tempuh hingga 53 km hanya dalam sekali pengisian—sempurna untuk mobilitas harian tanpa khawatir kehabisan daya.
Honda ICON e: dilengkapi dua mode berkendara yang memanjakan penggunanya: ECON untuk efisiensi baterai maksimal, cocok untuk perjalanan santai, dan STD untuk performa standar yang dinamis. Tak hanya itu, motor ini juga dibekali fitur modern seperti USB charger di console box untuk mengisi daya gadget kapan saja, panel meter full digital yang informatif, serta pencahayaan full LED untuk visibilitas optimal sekaligus tampilan futuristik.
Sedangkan Honda CUV e: hadir sebagai jawaban untuk para pengendara urban yang menginginkan produktivitas tinggi tanpa mengorbankan estetika.
Mengusung konsep Premium-Futuristic, motor listrik ini memadukan teknologi mutakhir dengan desain elegan khas Honda, menawarkan pengalaman berkendara yang tidak hanya nyaman, tetapi juga membanggakan.
Dengan performa tangguh dan fitur keamanan terjamin, Honda CUV e: siap menjadi pilihan utama pecinta otomotif modern.
Ditenagai motor listrik bertenaga 6 KW, Honda CUV e: mampu melesat hingga kecepatan maksimal 83 km/jam, dengan jarak tempuh hingga 80,7 km dalam sekali pengisian. Sistem dua baterai Honda Mobile Power Pack e: yang inovatif memungkinkan Anda menukar baterai (swap) atau mengisi ulang dengan off-board charger. Pengisian dari kosong hingga penuh hanya butuh enam jam, sementara dari 25 persen ke 75 persen cukup 2,7 jam (160 menit).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar