Suara.com - Mobil bekas di bawah 100 juta keluaran tahun tinggi sudah banyak ditemukan di pasaran dengan model dan spesifikasi mumpuni.
Mobil bekas murah tersebut menjadi alternatif sebagian orang yang menginginkan kenyamanan dan keamanan berkendara untuk aktivitas harian.
Mobil keluarga di bawah Rp100 juta dengan kondisi baik inipun bisa menjadi mobil pilihan pertamamu.
Namun jangan heran apabila membeli mobil bekas, urusan harga bisa saja berbeda-beda meski satu merek dan jenis model, varian serta tahun produksinya sama.
Hal yang menentukan harga mobil bekas sangat bergantung dari banyak faktor, seperti kondisi mobil, jarak tempuh, kelengkapan surat-suratnya, serta lokasi si penjual.
Belum lagi harga mobil bekas bisa saja tinggi, karena sang pemilik sangat rajin merawat kondisi mobilnya, serta pajak dibayar tepat waktu.
Berikut ini 9 rekomendasi mobil bekas harga di bawah Rp100 juta yang bisa menjadi pertimbanganmu.
1. Nissan Grand Livina 2015
Melansir situs OLX, Nissan Grand Livina merupakan mobil MPV yang memiliki kapasitas tujuh orang penumpang.
Baca Juga: 5 Mobil Bekas buat Touring: Nyaman Dalam Kabin Lapang, Tangguh Bawa Banyak Orang
Mobil ini sudah dilengkapi fitur keamanan seperti Dual SRS Airbags, Sistem Pengereman ABS+EBD+BA, Pedestrian Protection, Sensor Parkir dan kamera mundur untuk tipe tertinggi.
Nissan Grand Livina ini sudah memiliki kapasitas mesin 1.5L 4 Cylinder, DOHC, Dual CVTC dan Dual Injector yang menghasilkan daya 107 Tk pada 5.600 rpm.
2. Wuling Confero 2017-2018
Wuling Confero S mampu menampung 7 penumpang dan kabinnya tergolong luas.
Wuling Confero S sudah dilengkapi fitur entertainment sistem audio, AC, Head Unit touchscreen seluas 8 inci, dan fitur keselamatan berupa sabuk pengaman dan dual airbag, pengereman ABS dan EBD.
Untuk jantung pacunya, mobil ini sudah dibekali mesin 4-silinder, 16 katup DOHC berkapasitas 1.500 CC, DVVT, yang menghasilkan tenaga maksimal 107 Tk pada 5.800 rpm dan torsi 142 Nm pada 3.800 Rpm - 4.400 rpm.
Berita Terkait
-
Solusi Budget Tipis! Cek Tahun Daihatsu Xenia Bekas di Bawah 100 Juta yang Masih Layak Pinang
-
Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar
-
9 Mobil Keluarga di Bawah Rp100 Juta yang Irit dan Murah Perawatan
-
Mobil Keluaran 90-an yang Direkomendasikan Pakar: Desain Timeless, Bertenaga, Lebih Murah dari Motor
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit