- Kembaran Ayla di Malaysia, Perodua Axia, harganya hanya Rp 84 jutaan.
- Harga Daihatsu Ayla di Indonesia mulai Rp 138 jutaan, selisihnya Rp 54 juta.
- Perodua murah karena status mobil nasional yang didukung penuh oleh pemerintah Malaysia.
Suara.com - Pernahkah Anda membayangkan bisa membeli mobil baru seharga motor sport 250cc?
Di Malaysia, hal itu bukan mimpi. Mereka bisa membawa pulang kembaran Daihatsu Ayla hanya dengan Rp 84 jutaan saja.
Di saat pasar otomotif Indonesia sedang lesu, Malaysia justru melesat dan menyalip penjualan mobil di kawasan ASEAN pada kuartal kedua tahun ini.
Kuncinya? Harga mobil yang luar biasa terjangkau, terutama dari pabrikan lokal mereka, Perodua.
Perodua Axia, mobil yang berbagi platform dan desain dengan Daihatsu Ayla kita, menjadi primadona di sana.
Bagaimana tidak, mobil ini dibanderol dengan harga yang sangat menggiurkan.
Harga Perodua Axia varian terendah dijual mulai dari 22.000 ringgit. Jika dirupiahkan dengan kurs saat ini, angkanya hanya sekitar Rp 84 jutaan saja.
Angka tersebut terasa seperti sebuah tamparan jika dibandingkan dengan harga Daihatsu Ayla di Indonesia, yang varian termurahnya saja sudah dipatok di angka Rp 138 jutaan OTR Jakarta.
Perodua Axia vs Daihatsu Ayla: Duel Si Kembar Beda Nasib
Baca Juga: Mencari Mobil Baru Paling Murah di Agustus 2025? Ini Daftar Lengkapnya!
Secara spesifikasi, keduanya ibarat pinang dibelah dua, namun soal harga, mereka bagai langit dan bumi.
Mari kita bedah perbandingan langsung keduanya yang membuat kita bertanya-tanya.
- Harga di Malaysia: Perodua Axia dijual mulai 22.000 ringgit atau setara Rp 84 jutaan.
- Harga di Indonesia: Daihatsu Ayla dipasarkan mulai dari Rp 138 jutaan untuk tipe terendah.
- Selisih Harga: Perbedaan harganya mencapai lebih dari Rp 54 juta, angka yang cukup untuk membeli satu unit motor matic premium!
- Status di Pasar: Perodua Axia adalah salah satu mobil terlaris yang mendominasi pasar Malaysia, sementara Daihatsu Ayla bersaing ketat di segmen Low Cost Green Car (LCGC) Indonesia.
Mengapa Harga Mobil di Malaysia Begitu Murah?
Tentu ada alasan kuat di balik perbedaan harga yang drastis ini. Ini bukan sekadar strategi marketing, tetapi sudah menyangkut kebijakan dan status Perodua sebagai "anak emas" di negaranya.
Perodua, bersama dengan Proton, adalah produsen mobil nasional Malaysia yang mendapatkan berbagai insentif dari pemerintah.
Hal ini memungkinkan mereka untuk menekan biaya produksi dan menjual produk dengan harga yang sangat kompetitif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Logistik Kalimantan Lewat Layanan di Tengah Jalur Tambang Sandai
-
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam
-
Hyundai akan Tinggalkan Mobil ICE, Apa Saja Gantinya?
-
Changan Deepal S05 Tebar Pesona Lewat Teknologi REEV yang Sanggup Tempuh Jarak 1.100 Kilometer
-
3 Motor Listrik Commuter Lintas Kota dan Kabupaten: Setara Nmax, Solusi untuk Pekerja dan Mahasiswa
-
2 Motor Listrik Alternatif Scoopy dan Vespa: Nggak Mikir Oli Mahal, Idola Pelajar dan Pekerja
-
Strategi Yadea Pikat Warga Jakarta di PRJ 2026 Obral Subsidi 10 Juta Cukup Modal Tunjukkan SIM C
-
KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik
-
Nama 'Evo' akan Diambil Alih dari Mitsubishi? Ini 'Pelakunya'