Suara.com - Di tengah meningkatnya tren mobil mungil bergaya unik, Suzuki S-Presso kini hadir sebagai pilihan menarik bagi generasi muda yang ingin tampil beda.
Mobil ini didesain ringkas, gagah, dan berjiwa petualang sangat cocok untuk Gen Z yang mencari kendaraan praktis tapi tetap punya karakter kuat.
Bentuknya yang boxy dan ground clearance tinggi memberi kesan seperti SUV mini.
Kapasitas BBM
Suzuki merancang S-Presso sebagai city car dengan efisiensi bahan bakar tinggi, desain modern, serta fitur keselamatan yang memadai untuk penggunaan harian di perkotaan.
Dari sisi spesifikasi teknis, S-Presso ini dibekali mesin 1.0 liter (998 cc) K10B tiga silinder yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 67 hp dan torsi 90 Nm.
Mobil ini tersedia dalam dua pilihan transmisi, yaitu manual 5-percepatan dan AGS atau Auto Gear Shift yang bekerja seperti otomatis tanpa kehilangan efisiensi.
Dengan panjang 3.565 mm, lebar 1.520 mm, dan tinggi 1.565 mm, mobil ini tetap lincah di jalan sempit namun terasa lega di dalam kabin berkat jarak sumbu roda 2.380 mm.
Tangki bahan bakar berkapasitas 27 liter, sedangkan untuk fitur keselamatan, Suzuki S-Presso ini dilengkapi dengan dual SRS airbag, ABS, dan sensor parkir belakang.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil SUV Murah Stylish untuk Keluarga Muda, Harga Mulai Rp80 Jutaan
Konsumsi BBM
Untuk urusan konsumsi bahan bakar, S-Presso termasuk salah satu city car paling irit di kelasnya. Berdasarkan klaim dari pihak Suzuki, konsumsi bensinnya bisa mencapai 1 liter untuk 20 km, bahkan beberapa pengujian mencatat hingga 24-25 km/l dalam kondisi ideal.
Namun dalam penggunaan secara real di jalanan kota yang padat, angka tersebut biasanya turun ke kisaran 12-15 km/l, tergantung gaya mengemudi dan kondisi lalu lintas.
Meski begitu, performa efisiensinya tetap membuat mobil ini digemari kalangan muda yang ingin menekan pengeluaran harian untuk bahan bakar.
Dari segi harga jual, Suzuki S-Presso ini bisa dibilang berada di segmen entry-level sehingga bisa menjadi pilihan ideal bagi pembeli mobil pertama.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Mobil SUV Murah Stylish untuk Keluarga Muda, Harga Mulai Rp80 Jutaan
-
Suzuki S-Presso Berapa cc? Irit Bensin serta Harga Miring, Ini Spesifikasi dan Pajak Tahunannya
-
Suzuki Ignis Berapa cc? Harga Bekas Makin Cucok, Intip Spesifikasi dan Pajak Tahunannya
-
Suzuki Fronx Sekelas Apa? Ini 5 Mobil Pesaingnya di Pasaran Lengkap dengan Harga
-
5 Mobil Bekas Alternatif Mitsubishi Destinator Harga 50 Jutaan, Cocok untuk Keluarga
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari
-
3 Rekomendasi Shade Bedak Tabur Viva untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Natural dan Menyatu
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Rampok Toko Emas Pakai Senpi Dinas, Briptu MZ Dipecat dari Polda Aceh
-
Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
-
Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI
-
522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma
-
Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026
-
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar
-
Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto