Otomotif / Mobil
Jum'at, 12 Desember 2025 | 20:07 WIB
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao, pada Kamis (11/12/2025) memberkan beberapa rencana ambisius perusahaan di Tanah Air pada pada 2026. [Suara.com/Liberty Jemadu]
Baca 10 detik
  • BYD berencana ekspansi di Indonesia dengan memproduksi mobil, mendirikan perusahaan pembiayaan, dan masuk infrastruktur EV.
  • Pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat akan selesai Desember 2025 dan mulai beroperasi Kuartal I 2026.
  • BYD menargetkan 150 dealer di Indonesia pada 2026, sebagian besar di luar Jabodetabek untuk perluasan pasar.

Suara.com - BYD mengumumkan rencana ekspansi bisnis yang cukup ambisius di Indonesia pada tahun depan. Selain mulai memproduksi mobil di Tanah Air, merek mobil listrik asal Tiongkok itu juga berencana mendirikan perusahaan pembiayaan hingga masuk ke infrastruktur kendaraan elektrifikasi.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao, dalam acara media gathering di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/12/2025) pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat akan rampung pada akhir Desember 2025 dan mulai beroperasi di Kuartal I 2026.

""Kami akan meresmikan pabrik di akhir 2025 dan akan beroperasi pada Kuartal I tahun depan," kata Eagle, sambil menambahkan bahwa fasilitas produksi itu akan menyerap ribuan tenaga kerja di Indonesia.

Sementara untuk mendukung penjualan, BYD akan menambah jumlah dealer mobilnya, termasuk untuk merek Denza hingga berjumlah 150 unit pada 2026. Sampai akhir 2025, ada 80 dealer BYD dan Denza di Tanah Air.

Eagle mengatakan sebagian besar dealer baru itu akan berlokasi di luar Jabodetabek, karena perusahaan ingin mendorong adopsi mobil listrik ke luar Jabodetabek, pasar yang belum dijamah oleh merek-merek mobil listrik di Tanah Air.

Rencana lain BYD adalah membangun perusahaan pembiayaan atau leasing, untuk mempermudah konsumen dan mendukung penjualan mobil listriknya di Tanah Air.

"Kami sedang dalam diskusi dengan pihak-pihak terkait untuk membangun perusahaan pembiayaan tahun depan," terang Eagle.

Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia Luther Panjaitan menambahkan bahwa pihaknya kini sedang memfinalisasi pembentukan perusahaan pembiayaan yang rencananya beroperasi pada awal tahun depan.

Selain untuk memudahkan konsumen, BYD berharap perusahaan pembiayaan akan menjaga nilai jual kembali atau resale value mobil listrik asal China tersebut.

Baca Juga: Vinfast Kenalkan Pesaing BYD M6 di GJAW 2025

"Ini penting untuk menjaga resale value karena finansial yang kuat dan kokoh memberikan confidence level kepada pembeli kendaraan dalam jangka panjang. Itu sangat baik secara harga jual kembali," jelasnya.

Tidak berhenti di sana, Eagle juga bilang BYD sedang menjajaki kemungkinan masuk ke sektor infrastruktur kendaraan listrik, bagian dari ekosistem EV yang tak kalah penting.

Dalam dua tahun, BYD memang masih fokus dalam penjualan. Infastruktur seperti stasiun pengisian baterai belum banyak dibangun, kecuali di dealer-dealer resmi perusahaan.

"Kami sangat serius untuk berinvestasi di infrastruktur," tegas Eagle.

Luther, yang ditemui di acara yang sama, mengatakan BYD memang berencana membangun jaringan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik. Tapi ia belum memastikan, apakah BYD akan mendirikan perusahaan baru yang khusus untuk menangani bisnis tersebut.

Selain itu, soal produk Eagle memastikan Denza akan menghadirkan model baru tahun depan. Sejauh ini, Denza baru memiliki satu model, yakni D9 yang penjualannya di Tanah Air tumbuh stabil dan menjadi juara di kelas mobil listrik premium.

Load More