- Pajero generasi terbaru tertangkap kamera uji jalan di Australia dengan desain bodi mengotak yang jauh lebih gagah.
- Siap naik kelas menantang Toyota Land Cruiser Prado menggunakan platform Triton namun dengan fitur lebih premium.
- Debut global dijadwalkan 2026 dengan tetap mempertahankan fitur legendaris Super Select 4WD dan opsi transmisi 8-percepatan.
Prediksi kuat mengarah pada penggunaan mesin diesel 2.4 liter bi-turbo yang juga digunakan oleh saudaranya, Triton.
Mesin ini di atas kertas mampu memuntahkan tenaga sekitar 150 kW dengan torsi puncak mencapai 470 Nm.
Kendati demikian, besar kemungkinan akan ada penyesuaian (tuning) ulang agar spesifikasinya lebih relevan untuk kebutuhan SUV besar yang lebih berat.
Sektor transmisi menjadi poin menarik, di mana Mitsubishi kemungkinan besar tidak akan memakai girboks 6-percepatan milik Triton.
Demi kenyamanan dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik di kelas premium, transmisi otomatis 8-percepatan seperti pada Pajero Sport saat ini diyakini akan tetap dipertahankan.
Tentu saja, senjata utama Mitsubishi tidak akan ditinggalkan:
- Super Select 4WD: Sistem penggerak empat roda canggih ini dipastikan hadir kembali.
- Keunggulan 4x4: Fitur ini memungkinkan pengemudi menggunakan mode 4WD penuh bahkan di jalan aspal yang kering, sebuah kelebihan yang jarang dimiliki kompetitor part-time 4x4 konvensional.
Australia Jadi Kawah Candradimuka
Bukan tanpa alasan Mitsubishi memilih Australia sebagai lokasi pengujian utama untuk Pajero generasi terbaru ini.
Negeri Kanguru tersebut telah lama menjadi pasar kunci sekaligus lokasi riset pengembangan model global Mitsubishi yang menuntut durabilitas tinggi.
Baca Juga: Solusi Bapak Pintar: Xpander Bekas 2017, Kabin Senyap Harga Bersahabat
Jika semua berjalan sesuai rencana, kita akan melihat wujud aslinya secara resmi pada tahun 2026 mendatang.
Pengiriman unit ke konsumen Australia diprediksi akan menyusul pada paruh kedua tahun yang sama.
Kini, bola panas ada di tangan kompetitor; kembalinya nama besar Pajero dengan wajah baru tentu akan mengubah peta persaingan SUV premium dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Fakta Unik Biodiesel B50: Target Kurangi Impor Solar hingga Manfaat Minyak Sawit
-
Aturan Baru Pembelian Pertalite Dibatasi 50 Liter per Hari untuk Mobil Pribadi Mulai April 2026
-
Batal Naik April 2026, Ini Bahayanya Menimbun BBM Terlalu Lama di Rumah
-
Apa Itu Biodiesel B50? Wajib Beredar 1 Juli 2026, Ini Bedanya dengan Solar Biasa
-
4 Mobil Bekas Dibawah Rp100 Juta Tahun 2020: Mesin Masih Segar, Pajak Ringan dan Irit Bensin
-
Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN, Indonesia Masih Paling Murah?
-
Aprilia X 250TH Motor Edisi Terbatas yang Punya Teknologi Pengereman Setara Tunggangan Jorge Martin
-
Anomali Shell di Kala Harga BBM Pertamina Tetap, Nilainya Jadi Nol
-
4 Rekomendasi Motor Listrik Roda 3, Cocok untuk Mobilitas Harian Jarak Dekat
-
Pengalaman Jadi Sopir Angkot, Bahlil Sebut Batas BBM 50 Liter Per Hari Sudah Wajar