-
Kawasaki kembangkan skutik bongsor bermesin hybrid 451 cc parallel twin.
-
Fitur e-Boost mampu meningkatkan tenaga motor hingga 68,5 dk secara instan.
-
Tersedia mode transmisi otomatis dan manual tanpa kopling untuk kenyamanan harian.
Suara.com - Reputasi Kawasaki sebagai Raja Motor Sport di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi. Identik dengan seri Ninja yang kencang, pabrikan "Geng Ijo" ini diam-diam sedang menyiapkan gebrakan baru yang lebih ramah untuk penggunaan harian namun tetap bertenaga.
Bukan lagi motor sport yang membungkuk dan melelahkan, Kawasaki kini mengubah strategi dengan mengembangkan skutik bongsor (Maxi Scooter) bermesin Hybrid seperti dilansir dari Motorcyclenews.
Langkah ini diambil setelah melihat peluang besar di segmen skuter yang menawarkan kenyamanan ekstra, terutama bagi pengendara yang menginginkan posisi duduk rileks tanpa mengorbankan performa mesin.
Jika Anda mendambakan motor yang senyaman sofa untuk touring tapi punya tarikan seganas motor sport, bocoran paten terbaru dari Kawasaki ini wajib Anda simak.
Berikut adalah 3 keunggulan utama calon Skutik Hybrid Kawasaki yang diprediksi akan menjadi "Game Changer" di pasar otomotif:
1 Desain Bongsor yang Mengutamakan Kenyamanan
Berbeda dengan Ninja 7 Hybrid atau Z7 Hybrid yang pasarnya terbatas, Kawasaki menyadari bahwa teknologi hybrid paling cocok diterapkan pada skuter bongsor.
Berdasarkan gambar paten yang beredar, bodi skuter yang besar (Maxi) memberikan keleluasaan bagi insinyur Kawasaki untuk menata komponen vital seperti mesin, baterai 48 volt, dan motor listrik dengan rapi.
Bagi pengguna usia 40 tahun ke atas, desain ini adalah solusi tepat: Anda mendapatkan stabilitas berkendara yang mantap dan akomodasi ruang yang lega, jauh lebih nyaman dibandingkan motor sport konvensional.
Baca Juga: Rasa ala Satria, Harga Mepet BeAT Bekas: Intip Fakta Unik Seputar Kawasaki Athlete 125
2. Mesin 451cc dengan Opsi Transmisi Pintar
Jangan remehkan statusnya sebagai skuter. Dapur pacu motor ini mengadopsi mesin yang sama dengan lini hybrid Kawasaki lainnya.
- Spesifikasi Mesin: 451 cc, parallel twin (dua silinder). Karakter mesin ini dikenal halus namun bertenaga padat.
- Transmisi: Menggunakan teknologi transmisi pintar. Anda bisa memilih mode Otomatis (tinggal gas rem untuk kemacetan kota) atau Manual (untuk sensasi berkendara yang lebih sporty di jalan pegunungan), tanpa perlu repot menekan kopling berat.
3. Performa "Badak" dengan Fitur e-Boost
Ini adalah poin paling menarik bagi pencari performa. Kombinasi mesin bensin konvensional dan motor listrik bertenaga 9 kW diklaim mampu menghasilkan tenaga standar sebesar 58,3 dk. Angka ini saja sudah jauh di atas rata-rata skuter 250cc yang beredar di pasaran.
Namun, Kawasaki menyematkan fitur e-Boost. Jika diaktifkan, tenaga motor akan melonjak drastis hingga 68,5 dk.
- Keuntungan: Fitur ini sangat berguna untuk menyalip kendaraan besar atau melibas tanjakan curam dengan beban penuh (berboncengan + barang).
- Efisiensi: Karena berstatus Hybrid, konsumsi bahan bakar diprediksi akan jauh lebih irit dibandingkan motor 400-500cc konvensional, menjadikannya pilihan cerdas untuk Smart Budget yang memikirkan biaya operasional jangka panjang.
Meski saat ini statusnya masih dalam bentuk paten dan belum ada tanggal rilis resmi, langkah Kawasaki ini menunjukkan masa depan cerah bagi penggemar skuter yang menolak tua: Nyaman, Canggih, dan Tetap Kencang.
Berita Terkait
-
Ngidam KLX di 2026? Intip Harga Motor Kawasaki di Indonesia per Januari
-
Mengenal si Retro Mewah Kawasaki Estrella 250: Pajaknya Berapaan? Segini Konsumsi Bensinnya
-
Naksir Kawasaki Meguro 230 Bekas, Butuh Berapa Duit? Begini Spesifikasi dan Konsumsi BBM
-
Rasa ala Satria, Harga Mepet BeAT Bekas: Intip Fakta Unik Seputar Kawasaki Athlete 125
-
Skutik Bongsor 250cc Seharga NMAX, Honda Forza Bisa Ketar-Ketir Seketika
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet
-
Rapor Merah Keselamatan Chery Tiggo 7 Pro Usai Hasil Buruk Uji Tabrak Global NCAP
-
Hankook Tire Indonesia Bidik Dominasi Pasar Ban Kendaraan Listrik dan SUV di Tahun 2026
-
5 Sepeda Listrik untuk Orang Gemuk, Nyaman dan Stabil Dipakai Harian
-
Impor Kendaraan India Koperasi Merah Putih Mengancam Nasib Ribuan Buruh Industri Otomotif
-
Terpopuler: Biaya Ganti Baterai Mobil Hybrid, Update Harga Yamaha Aerox Februari 2026
-
Berapa Biaya Ganti Baterai Mobil Hybrid setelah 5 Tahun?
-
Terpopuler: Harga Mobil Terancam Naik, HR-V Langka Raffi Ahmad Bikin Ngiler
-
Harga Motor Bebek dan Matic Suzuki untuk Varian Terbaru yang Masih Eksis
-
Harga Honda HR-V dari Tahun ke Tahun, Mulai Rp70 Jutaan Mana Varian Paling Worth It?