- Pajak Wuling Cortez 2026 sangat terjangkau, mulai Rp1,7 jutaan hingga Rp2,9 jutaan.
- Varian Turbo memiliki pajak lebih tinggi karena fitur dan NJKB yang lebih mahal.
- Wuling Cortez jadi opsi MPV mewah dengan biaya kepemilikan setara city car.
Suara.com - Siapa bilang punya MPV bongsor dengan fitur melimpah harus bayar pajak selangit? Kalau kamu sedang melirik mobil keluarga bekas yang nyaman tapi biaya "piara"-nya masuk akal, Wuling Cortez mungkin adalah jawaban yang selama ini kamu cari.
Sering dibanding-bandingkan dengan Toyota Innova karena kenyamanannya, Wuling Cortez justru punya senjata rahasia: Biaya kepemilikan yang jauh lebih bersahabat.
Sebelum kamu deal membeli unitnya, yuk bedah tuntas berapa sih uang yang harus kamu sisihkan buat bayar pajak tahunannya di tahun 2026 ini.
Kenapa Wuling Cortez Masih Jadi Primadona?
Sejak pertama kali mengaspal di 2018, Cortez langsung menggebrak pasar. Bayangkan saja, kamu dapat mobil dengan kabin super lega, fitur sunroof (di tipe tertentu), interior modern, dan suspensi empuk, tapi harganya miring.
Ada dua "jantung pacu" utama yang beredar di pasaran:
- Cortez 1.8 Standard: Buat kamu yang cari fungsionalitas dan irit.
- Cortez 1.8 Turbo: Buat bapak-bapak yang butuh tenaga ekstra buat nanjak.
Nah, beda mesin dan fitur ini ternyata ngaruh banget ke besaran pajak yang harus dibayar.
Bocoran Daftar Pajak Wuling Cortez 2026 (Mulai 1 Jutaan!)
Jangan kaget kalau lihat angkanya. Meski tampangnya mahal, pajaknya ternyata masih di angka "aman" buat dompet UMR sekalipun. Berikut rincian estimasi pajak (PKB) pokoknya:
Baca Juga: Wuling Cortez Darion Catat Ratusan SPK Pasca Debut di GIIAS 2025
Kubu Irit (Cortez 1.8 Standard):
- Tipe Standard: Rp1.795.850
- Tipe Standard (Varian 2): Rp2.083.625
- Tipe Standard (Varian 3): Rp2.172.950
- Tipe Standard (Varian 4): Rp2.264.575
- Tipe Standard (Varian 5): Rp2.359.825
Kubu Ngebut (Cortez 1.8 Turbo):
- Tipe Turbo: Rp2.230.050
- Tipe Turbo (Varian 2): Rp2.585.625
- Tipe Turbo (Varian 3): Rp2.697.450
- Tipe Turbo (Varian 4): Rp2.811.575
- Tipe Turbo (Varian 5): Rp2.923.825
(Catatan: Angka ini adalah PKB pokok. Siapkan dana tambahan sekitar Rp143.000 untuk SWDKLLJ dan biaya admin STNK, ya!)
Lho, Kok Varian Turbo Lebih Mahal?
Kalau kamu perhatikan tabel di atas, varian Turbo pajaknya bisa selisih ratusan ribu dibanding yang Standard. Kenapa?
Rumusnya sederhana: Makin canggih, makin mahal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim