- Suzuki resmi menjual fasilitas pabrik di Rayong, Thailand, kepada Ford Motor setelah menghentikan operasional akhir 2025.
- Keputusan ini dipicu penjualan mobil subkompak yang rendah dan persaingan ketat dari produsen mobil China.
- Penjualan ini mengindikasikan pergeseran kekuatan otomotif di Thailand, ditandai penurunan dominasi merek Jepang.
Suara.com - Suzuki Motor secara resmi memutuskan untuk menjual fasilitas pabrik produksi mereka di Thailand kepada raksasa otomotif Amerika Serikat Ford Motor.
Langkah ini diambil setelah operasional produksi Suzuki resmi dihentikan pada akhir tahun 2025 akibat tekanan hebat dari produsen mobil asal China yang kian agresif.
Juru bicara Suzuki menjelaskan bahwa keputusan tersebut dipicu oleh rendahnya angka penjualan mobil subkompak di Negeri Gajah Putih yang belum mencapai target perusahaan.
Berdasarkan data, volume penjualan Suzuki selama periode Januari hingga November 2025 merosot hingga 14 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Kami memutuskan untuk menjual (pabrik) karena mobil subkompak belum mencapai penetrasi yang diharapkan, dan juga dengan mempertimbangkan dampak penguatan baht dan faktor-faktor lainnya," ungkap perwakilan Suzuki sebagaimana dikutip dari Nikkei, Rabu (28 Januari 2025).
Pabrik yang terletak di Provinsi Rayong tersebut berdiri di atas lahan seluas 66 hektar dengan luas bangunan mencapai 65 ribu meter persegi. Lokasinya berada tepat di sebelah fasilitas produksi milik Ford.
Meski nilai akuisisi tidak dipublikasikan ke publik Ford berencana memanfaatkan aset strategis ini untuk memperluas kapasitas produksi mereka di masa depan.
Fenomena ini menjadi sinyal kuat adanya pergeseran peta kekuatan otomotif di Asia Tenggara khususnya Thailand. Dominasi pabrikan Jepang yang sempat menyentuh angka 90 persen pada tahun 2020 kini terus menyusut menjadi 69 persen.
Sebaliknya brand asal China justru melesat dengan pangsa pasar yang tumbuh empat kali lipat hingga mencapai 21 persen pada tahun 2025.
Baca Juga: 6 Mobil Bekas Paling Irit Bensin, Pajak Murah, dan Perawatan Anti-Pusing untuk Usia 25-40 Tahun
Kondisi sulit ini tidak hanya dialami oleh Suzuki. Sejumlah pabrikan Jepang lainnya seperti Honda Nissan dan Mitsubishi juga mulai mengambil langkah efisiensi. Beberapa di antaranya memilih menggabungkan fasilitas produksi hingga menghentikan sementara operasional pabrik mereka di Thailand guna menghadapi gempuran kendaraan listrik dan produk kompetitif dari produsen China.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Apa Kepanjangan Tol Cipali Sebenarnya? Jalan yang Sering Dilewati Saat Mudik Lebaran 2026
-
3 Mobil Bekas Muat 8 Orang Buat Mudik Lebaran 2026 Cuma Rp 50 Jutaan, Cukup Mewah dan Anti Pegal
-
Pesona Fortuner 4.000cc yang Tampil Gagah, Segini Harganya
-
Yamaha Fazzio Resmi Diekspor ke Jepang, Harganya Bikin Melongo Nyaris Setara Nmax
-
Berapa Tarif Tol Trans Jawa Tujuan Semarang, Yogyakarta, Hingga Surabaya Selama Lebaran 2026?
-
Daftar Lengkap Kontak Darurat Jalan Tol Trans Jawa, Mudik Asyik tanpa Perlu Panik
-
War Tiket Ludes Hitungan Detik, MBBH 2026 Rute Jogja Paling Dicari Pemudik di Lebaran 2026
-
Ini Daftar Rest Area Trans Jawa dengan Charging Station Mobil Listrik Tercepat
-
Ini Rest Area di Jalur Trans Jawa yang Memiliki SPKLU Mobil Listrik Tercepat
-
Berapa Estimasi Saldo E-Toll untuk Perjalanan Jakarta ke Malang?