- Baterai solid state menarik karena kepadatan energi tinggi serta siklus hidup lebih panjang dibanding lithium-ion konvensional.
- Penggantian elektrolit cair dengan padat meningkatkan keamanan, namun risiko dendrit litium menyebabkan korsleting internal.
- Saat ini, teknologi solid state masih dalam tahap riset intensif dan belum siap untuk produksi massal mobil listrik.
Meski terdengar sempurna, solid-state masih punya celah besar. Dr Marie menyoroti risiko pembentukan dendrit. Dendrit adalah semacam "rambut kecil" dari logam litium yang tumbuh di permukaan anoda.
Jika dendrit ini menembus hingga ke katoda, bisa terjadi korsleting internal. Akibatnya, energi dilepaskan secara besar dan cepat, menimbulkan potensi bahaya keselamatan.
Harapannya, penggunaan elektrolit padat bisa menekan pertumbuhan dendrit. Namun, penelitian menunjukkan litium tetap rentan membentuk dendrit meski melalui lapisan keramik.
Inilah sebabnya riset lanjutan masih sangat diperlukan. Beberapa perusahaan, seperti Donut Lab, mengklaim sudah menemukan desain baru untuk mengatasi masalah ini, tapi bukti nyata di skala produksi massal masih belum terlihat.
Realitas di Lapangan
Saat ini, baterai solid-state memang masih dalam tahap penelitian intensif. Beberapa prototipe sudah digunakan di drone komersial atau perangkat kecil, tapi untuk mobil listrik, tantangannya jauh lebih besar.
Selain masalah dendrit, biaya produksi juga masih tinggi. Industri otomotif tentu menunggu momen ketika teknologi ini bisa diproduksi massal dengan harga kompetitif.
Jadi, meski solid-state digadang-gadang sebagai evolusi sempurna baterai mobil listrik, kenyataannya masih ada tantangan teknis yang harus dipecahkan.
Keunggulan seperti kepadatan energi tinggi dan umur panjang memang menjanjikan, tapi risiko dendrit dan biaya produksi membuat teknologi ini belum bisa disebut solusi final.
Baca Juga: Motor Listrik Charged Maleo S 2026 Bisa Cas Kilat, Jarak Tempuh Tembus 150 Km
Dunia otomotif masih menunggu bukti nyata sebelum solid-state benar-benar jadi standar baru.
Berita Terkait
-
Motor Listrik Charged Maleo S 2026 Bisa Cas Kilat, Jarak Tempuh Tembus 150 Km
-
Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Tujuan Ekspor Mobil China Terbanyak di Dunia
-
Apakah Listrik 900 Watt Bisa Cas Motor Listrik? Cek 3 Syarat Agar Aman Tanpa Naik Daya
-
5 Motor Listrik Terjangkau Cocok Buat Ojek Online
-
Langkah Strategis Kia Perluas Portofolio Kendaraan Listrik Hingga Sasar Segmen MPV
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu