- Istilah riting berasal dari serapan bahasa Belanda "richting" yang berarti penunjuk arah kendaraan.
- Kata "sein" diserap dari bahasa Inggris "sign" sebagai tanda komunikasi antar pengguna jalan raya.
- Variasi sebutan riting dipengaruhi oleh faktor kolonialisme, budaya lokal, dan onomatope suara lampu.
Suara.com - Saat berkendara, lampu penunjuk arah menjadi bagian vital karena berfungsi memberi sinyal kepada pengendara lain.
Namun, ada fenomena unik di Indonesia: banyak orang justru lebih sering menyebut lampu sein dengan istilah riting.
Di beberapa daerah seperti Jawa, Bali, hingga Sumatera, istilah "riting" sudah sangat melekat dalam percakapan sehari-hari.
Lantas, kenapa lampu sein disebut riting? Dan lampu sein dari bahasa apa sebenarnya? Mari kita bedah sejarah dan fakta menarik di baliknya.
Asal-usul Istilah: Antara Belanda dan Inggris
Banyak yang bertanya, apa bahasa Indonesianya riting? Secara resmi dalam bahasa Indonesia, riting disebut sebagai lampu penunjuk arah atau lampu sein.
Namun, secara etimologi, kedua istilah populer ini berasal dari bahasa asing yang berbeda.
Kata sein sendiri berasal dari bahasa Inggris sign yang berarti "tanda". Kata ini kemudian diserap ke dalam kosakata otomotif Indonesia untuk memudahkan penyebutan tanda belok.
Sementara itu, riting merupakan adaptasi dari bahasa Belanda, yaitu richting yang berarti "arah".
Baca Juga: Daftar Mobil Listrik Paling Diminati Januari 2026
Pengaruh kolonial Belanda yang membawa kendaraan bermotor pertama kali ke Indonesia membuat banyak istilah teknik mereka menetap di lidah masyarakat lokal.
Kata richting yang sulit diucapkan kemudian mengalami pergeseran bunyi menjadi lebih sederhana, yaitu riting.
Teori Suara dan Budaya Lokal
Selain faktor bahasa, ada teori menarik lainnya. Menurut budayawan Bali, I Wayan Juniartha, julukan riting muncul karena onomatope atau tiruan suara.
Lampu sein yang sedang aktif biasanya mengeluarkan bunyi "rit-rit-rit".
Suara ini dianggap menyerupai kicauan burung pipit yang dalam bahasa lokal disebut riting. Inilah sebabnya masyarakat di Bali dan sekitarnya sangat akrab dengan sebutan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
7 Motor Listrik Fast Charging Rp10 Jutaan untuk Ojol, Isi Baterai Cuma 20 Menit
-
Pembalap McLaren Oscar Piastri Amankan Posisi Kedua GP Jepang 2026
-
Pertamina Pastikan Distribusi Pertalite dan Pertamax di Kota Cilegon Tetap Terjaga
-
Apakah Sepeda Listrik Boros Listrik? Ini 6 Rekomendasi Selis Tangguh Fast Charging
-
5 Motor Bekas Paling Irit dan Jarang Rewel, Hemat Biaya dan Minim Perawatan!
-
Itung-itungan Biaya Servis Motor Listrik: 5 Unit Ini Anti Langganan Bengkel
-
VinFast Daftarkan Paten Mobil SUV 7 Penumpang Baru di Indonesia, Tantang BYD M6?
-
Tak Bikin Was-was, Ini 5 Motor Listrik dengan Garansi Baterai Terpanjang
-
Purnajual Juara, Ini 5 Motor Listrik dengan Garansi Baterai Terlama
-
Penguasa Tanjakan, Ini 5 Motor Listrik dengan Torsi Besar dan Jarak Tempuh Jauh