- Sistem tol tertutup mewajibkan satu kartu e-Toll yang sama untuk masuk dan keluar.
- Menukar atau meminjamkan e-Toll saat keluar tol akan membuat palang pintu terkunci otomatis.
- Pelanggaran ini memicu denda resmi sebesar dua kali lipat dari tarif jarak terjauh.
Suara.com - Tradisi Mudik Lebaran sering kali diwarnai dengan konvoi seru bareng keluarga besar. Saking kompaknya, saat mobil rombongan di belakang kehabisan saldo, kita dengan santai meminjamkan kartu e-toll dari kaca jendela.
Niatnya memang heroik dan solutif, tapi tahukah Anda bahwa trik "satu kartu untuk ramai-ramai" ini justru bisa berujung petaka?
Alih-alih perjalanan lancar, bersiaplah menghadapi teguran petugas, terjebak kemacetan di gerbang, hingga ancaman denda berlipat ganda yang nominalnya jauh lebih mahal dari tarif normal.
Mengapa memindahtangankan e-Toll saat konvoi sangat dilarang? Bukankah yang penting saldonya cukup? Mari bedah alasannya agar dompet Anda tidak kebobolan di jalan tol!
Jebakan Tak Kasat Mata: "Sistem Transaksi Tertutup"
Banyak ruas tol antarprovinsi, terutama di jaringan Tol Trans Jawa, menggunakan apa yang disebut sebagai Sistem Transaksi Tertutup.
Dalam sistem ini, kartu e-Toll Anda bekerja seperti "paspor digital" yang merekam jejak perjalanan secara berpasangan.
- Saat Tap Masuk (In): Mesin tidak langsung memotong saldo. Gerbang masuk hanya menanamkan data "lokasi awal" ke dalam chip kartu Anda.
- Saat Tap Keluar (Out): Mesin akan membaca data gerbang masuk tadi, menghitung jarak tempuh, barulah memotong saldo yang sesuai.
Aturan mainnya sangat mutlak: Anda wajib menggunakan kartu yang sama persis dari titik awal hingga titik akhir untuk satu kendaraan.
Drama Memalukan di Gerbang Keluar
Baca Juga: Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Bayangkan skenario ini: Anda meminjamkan kartu e-Toll ke mobil teman di belakang saat berada di pintu keluar.
Mobil teman Anda mungkin lolos dengan aman karena ia yang melakukan tap menggunakan kartu yang memiliki riwayat gerbang masuk.
Namun, saat giliran mobil Anda mau keluar menggunakan kartu cadangan lain, malapetaka terjadi. Palang pintu akan terkunci rapat! Sistem membaca bahwa kartu kedua tersebut "buta" alias tidak memiliki histori dari mana Anda masuk.
Hasilnya? Anda tertahan, memicu klakson panjang dari deretan mobil di belakang, dan harus berurusan dengan petugas tol.
Sanksi Resmi: Denda 2 Kali Lipat Tarif Terjauh!
Jangan kira sanksi ini sekadar gertakan petugas untuk menakut-nakuti pemudik. Aturan ini memiliki landasan hukum yang sangat kuat, tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol (Pasal 86 ayat 2).
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung