Otomotif / Motor
Senin, 23 Maret 2026 | 15:35 WIB
Aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil. (Foto: Honda Team Asia)
Baca 10 detik
  • Veda Ega Pratama meraih posisi ketiga (P3) pada Moto3 Grand Prix Brasil, menjadi pebalap Indonesia pertama di level tersebut.
  • Kesiapan Veda didukung pembinaan panjang di Pertamina Mandalika International Circuit sejak tahun 2021.
  • Keberhasilan ini membuktikan ekosistem balap di Mandalika efektif melahirkan talenta Indonesia berdaya saing global.

Suara.com - Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, baru saja mengukir tinta emas dalam sejarah balap motor dunia. Veda sukses meraih posisi ketiga atau P3 pada ajang Moto3 Grand Prix Brasil. 

Pencapaian luar biasa ini menjadikannya sebagai pebalap Indonesia pertama yang berhasil mengamankan podium di level kompetisi tersebut.

Prestasi ini menjadi bukti nyata daya saing talenta lokal di panggung global. Veda tampil sangat impresif di lintasan yang penuh tantangan dengan menunjukkan konsistensi serta ketangguhan luar biasa.

Keberhasilannya ini tidak terlepas dari proses pembinaan panjang yang ia jalani di Pertamina Mandalika International Circuit sejak usia dini.

Veda memulai langkahnya di The Mandalika pada 2021 melalui Asia Talent Cup. Kariernya terus melesat hingga menjadi juara Asia Talent Cup 2023 dan meraih posisi runner-up pada Red Bull Rookies Cup 2025.

Pengalaman bertanding di Mandalika Racing Series kelas 250cc dan 600cc turut membentuk kesiapan mentalnya sebelum menembus ajang Moto3.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap prestasi ini. 

"Kami bangga atas prestasi yang diraih Veda Ega Pratama yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level dunia. InJourney berperan sebagai bagian dari support system yang terus mendorong dan mendukung pembalap Indonesia untuk dapat bersaing secara global," ungkap Maya, Senin (23/3/2026).

Dukungan infrastruktur bertaraf internasional di Mandalika menjadi faktor kunci dalam melahirkan pebalap kelas dunia. Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyebut keberhasilan Veda sebagai bukti efektivitas ekosistem yang telah dibangun. 

Baca Juga: 5 Fakta Veda Ega Pratama Guncang Balapan Moto3 Brasil, Pembalap Gunung Kidul yang Gegerkan Dunia

"Prestasi Veda Ega Pratama menjadi bukti nyata bahwa pengembangan The Mandalika sebagai ekosistem sportainment tidak hanya menghadirkan ajang kelas dunia, tetapi juga mampu melahirkan talenta motorsport Indonesia yang berdaya saing global. Kehadirannya pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat positioning The Mandalika sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia," ungkapnya.

Para penggemar otomotif di Indonesia dapat menyaksikan langsung aksi Veda pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia yang dijadwalkan berlangsung 9 hingga 11 Oktober 2026. 

Load More