- Pemerintah Jepang memangkas subsidi kendaraan listrik BYD dari 400.000 yen menjadi 150.000 yen secara drastis.
- Pangkasan subsidi ini disebabkan revisi skema yang mengutamakan kendaraan dengan paket baterai buatan lokal Jepang.
- Kebijakan baru menguntungkan merek domestik seperti Toyota (1,3 juta yen) dan Tesla (1,27 juta yen).
Suara.com - Pasar kendaraan listrik di Jepang kembali memanas bukan karena persaingan teknologi semata melainkan adanya kebijakan insentif yang berubah drastis. Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, baru saja menerima pukulan telak setelah pemerintah Jepang memangkas subsidi untuk kendaraan listrik mereka lebih dari setengahnya.
Nilai subsidi yang sebelumnya berkisar antara 350.000 hingga 400.000 yen kini menyusut drastis menjadi hanya 150.000 yen atau sekitar 936 dolar AS.
Kondisi ini membuat BYD merasa berada di posisi yang sangat sulit untuk bersaing secara harga dengan pemain lokal.
Atsuki Tofukuji selaku kepala unit BYD di Jepang mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kebijakan tersebut.
"Kami berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan," kata Atsuki Tofukuji, dikutip dari Carscoops, Selasa (31/3/2026).
Keputusan ini diambil seiring revisi skema subsidi pemerintah Jepang yang kini lebih menguntungkan kendaraan dengan paket baterai buatan lokal. Karena produk BYD menggunakan baterai buatan Tiongkok, merek ini pun terdampak langsung oleh aturan baru tersebut.
Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai strategi perlindungan bagi industri otomotif dalam negeri Jepang dari gempuran merek asing yang berkembang pesat. Sebagai perbandingan, Toyota bZ4X tetap mendapatkan subsidi tertinggi sebesar 1,3 juta yen.
Menariknya, Tesla justru mengalami kenaikan subsidi menjadi 1,27 juta yen karena menggunakan baterai Panasonic yang diproduksi secara lokal.
Beberapa merek lain seperti Audi dan Hyundai sempat mengalami kenaikan subsidi bulan ini, meskipun laporan dari Nikkei Asia menyebutkan bahwa angka tersebut kemungkinan akan dipotong kembali mulai Januari mendatang.
Baca Juga: Cari Mobil Bekas Irit? Intip 4 Jagoan dengan Mesin 1500cc dari Suzuki, Toyota, dan Daihatsu
Dia juga menambahkan mengenai lebarnya selisih harga yang muncul akibat kebijakan tersebut bagi keberlangsungan bisnis mereka.
"Selisih harga [dengan perusahaan seperti Toyota Motor] telah meningkat hingga hampir 1 juta yen. Kami tidak bisa bersaing dengan harga 350.000 yen," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Logistik Kalimantan Lewat Layanan di Tengah Jalur Tambang Sandai
-
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam
-
Hyundai akan Tinggalkan Mobil ICE, Apa Saja Gantinya?
-
Changan Deepal S05 Tebar Pesona Lewat Teknologi REEV yang Sanggup Tempuh Jarak 1.100 Kilometer
-
3 Motor Listrik Commuter Lintas Kota dan Kabupaten: Setara Nmax, Solusi untuk Pekerja dan Mahasiswa
-
2 Motor Listrik Alternatif Scoopy dan Vespa: Nggak Mikir Oli Mahal, Idola Pelajar dan Pekerja
-
Strategi Yadea Pikat Warga Jakarta di PRJ 2026 Obral Subsidi 10 Juta Cukup Modal Tunjukkan SIM C
-
KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik
-
Nama 'Evo' akan Diambil Alih dari Mitsubishi? Ini 'Pelakunya'