- BYD Atto 1 hadir dalam varian Dynamic dan Premium dengan harga mulai Rp221 jutaan.
- Varian Premium memiliki baterai 38,88 kWh yang sanggup menempuh jarak hingga 380 kilometer.
- Mobil listrik mungil ini dilengkapi fitur canggih seperti ADAS, V2L, dan layar sentuh besar.
Suara.com - Kehadiran BYD sebagai raksasa mobil listrik dunia kembali menggebrak pasar Asia dengan meluncurkan Atto 1 terbaru yang dibekali deretan fitur premium. Lahirnya hatchback ringkas di negara tetangga ini tentu membuat konsumen di Indonesia penasaran apakah ia akan segera diboyong ke Tanah Air dalam waktu dekat.
Baru-hari ini pasar otomotif Thailand secara resmi menyambut kedatangan BYD Atto 1.
Kendaraan ramah lingkungan ini hadir sebagai jawaban bagi masyarakat urban yang mencari mobil mungil, kaya fitur modern, namun tetap ramah di kantong.
Tidak heran jika Atto 1 langsung menjadi perbincangan hangat di segmen kendaraan niremisi entry-level.
Adu Jauh Jarak Tempuh Baterai
Sorotan utama dari peluncuran ini ada pada sektor jantung pacunya.
Pabrikan asal Tiongkok tersebut memecah Atto 1 ke dalam dua trim pilihan: Dynamic dan Premium. Keduanya punya karakter baterai yang berbeda.
Pada tipe Dynamic, tertanam baterai andalan Blade LFP berkapasitas 30,08 kWh.
Tenaga yang disemburkan mencapai 74 dk dengan torsi maksimal 135 Nm. Di atas kertas, tipe ini mampu diajak jalan-jalan hingga 300 km (berdasarkan standar NEDC) atau sekitar 240 km jika merujuk standar WLTP. Angka yang sangat lebih dari cukup untuk sekadar rute rumah ke kantor.
Baca Juga: Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai
Bagi yang sering bepergian agak jauh, trim Premium adalah jawabannya. Tipe tertinggi ini menggendong baterai lebih besar di angka 38,88 kWh.
Walau tenaga mesinnya sama, jangkauan jelajahnya meroket hingga 380 km (NEDC) atau 304 km (WLTP). Respons tarikannya pun cukup menjanjikan, dengan klaim akselerasi 0-50 km/jam hanya butuh 4,9 detik. Bermanuver di kemacetan kota jelas akan terasa lincah.
Isi Daya Cepat dan Bisa Jadi 'Powerbank' Berjalan
Urusan setrum-menyetrum, kedua varian ini sudah kompatibel dengan pengisian daya AC standar 6,6 kW. Namun untuk fast charging (DC), tipe Dynamic mentok di angka 30 kW, sementara Premium sedikit lebih unggul dengan kemampuan menerima daya hingga 40 kW.
Satu fitur yang cukup menggoda bagi pecinta camping atau kegiatan luar ruang adalah hadirnya V2L (Vehicle to Load).
Bayangkan saja, energi dari baterai mobil ini bisa ditarik keluar untuk menyalakan perangkat elektronik seperti teko listrik, proyektor, atau alat pemanggang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Logistik Kalimantan Lewat Layanan di Tengah Jalur Tambang Sandai
-
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam
-
Hyundai akan Tinggalkan Mobil ICE, Apa Saja Gantinya?
-
Changan Deepal S05 Tebar Pesona Lewat Teknologi REEV yang Sanggup Tempuh Jarak 1.100 Kilometer
-
3 Motor Listrik Commuter Lintas Kota dan Kabupaten: Setara Nmax, Solusi untuk Pekerja dan Mahasiswa
-
2 Motor Listrik Alternatif Scoopy dan Vespa: Nggak Mikir Oli Mahal, Idola Pelajar dan Pekerja
-
Strategi Yadea Pikat Warga Jakarta di PRJ 2026 Obral Subsidi 10 Juta Cukup Modal Tunjukkan SIM C
-
KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik
-
Nama 'Evo' akan Diambil Alih dari Mitsubishi? Ini 'Pelakunya'