- Pemerintah akan stop impor solar dan mewajibkan penggunaan BBM B50 mulai 1 Juli 2026.
- BOBIBOS hadir sebagai bahan bakar alternatif berbahan jerami dengan oktan 98 dan minim emisi.
- Keduanya menawarkan solusi energi hijau mandiri yang memanfaatkan kekayaan agrikultur lokal secara maksimal.
Suara.com - Indonesia kini bersiap beralih ke BBM hijau lewat inovasi bahan bakar baru, yakni B50. Ada juga dulu bahan bakar BOBIBOS yang sempat viral menjadi calon BBM baru. Keduanya digadang-gadang menjadi solusi pamungkas agar negeri ini tak lagi bergantung pada energi impor.
Selama ini, publik hanya terfokus pada kelapa sawit sebagai primadona tunggal energi terbarukan. Padahal, inovasi terbaru menunjukkan bahwa limbah persawahan pun punya potensi energi yang tak kalah dahsyat.
Persaingan positif antara olahan sawit dan jerami padi kini menjadi sorotan utama transisi energi nasional. Masing-masing membawa keunggulan unik untuk menekan polusi karbon secara signifikan di Indonesia.
B50, Ambisi Besar Setop Impor Solar
Pemerintah telah menetapkan peta jalan yang sangat ambisius untuk menjaga kemandirian energi. Rencananya, kebijakan mandatori B50 akan resmi diberlakukan pada 1 Juli 2026 mendatang.
Formulasi B50 menggabungkan 50 persen minyak nabati sawit dengan 50 persen solar konvensional. Target utamanya adalah memutus rantai ketergantungan Indonesia terhadap pasokan solar luar negeri.
"Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026, pada 1 Juli 2026 kita stop, B50 masuk," ungkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Pernyataan tersebut disampaikannya secara tegas saat ditemui oleh awak media pada Minggu, 19 April 2026.
Amran menegaskan langkah ini adalah cara jitu memaksimalkan olahan kelapa sawit domestik. Sawit tidak hanya sebatas solar, namun percepatannya tengah dikebut menjadi bensin dan etanol.
Baca Juga: Berapa Biaya Full Tank Fortuner dan Pajero Sport Usai Harga BBM Diesel Meroket? Jadi Segini Sekarang
"Ini energi masa depan Indonesia, karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin," tutur Amran lebih lanjut.
Guna mewujudkan hal tersebut, kolaborasi strategis dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) telah disiapkan. Proyek ini dimulai dari pembuatan bensin sawit skala kecil sebelum menjelma menjadi industri raksasa.
Proses Rumit di Balik Pembuatan B50
Bahan baku utama pendukung biodiesel B50 bersumber dari minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan minyak goreng bekas. Penentuan alokasi bahan baku ini sangat krusial bagi pencapaian target nasional.
Proses pembuatannya sendiri memakan tahapan teknis yang cukup panjang dan cermat. Mulai dari pengumpulan bahan baku, pengolahan awal, hingga proses transesterifikasi menjadi cairan Fatty Acid Methyl Ester (FAME).
Setelah tahap pemurnian tuntas, cairan tersebut dicampur dengan diesel mineral demi mencapai target kadar B50. Hasil akhirnya diklaim ampuh menyerap hasil agrikultur domestik dan mendukung ekonomi hijau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan