Otomotif / Mobil
Selasa, 21 April 2026 | 12:36 WIB
B50 dan Bobibos (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Pemerintah akan stop impor solar dan mewajibkan penggunaan BBM B50 mulai 1 Juli 2026. 
  • BOBIBOS hadir sebagai bahan bakar alternatif berbahan jerami dengan oktan 98 dan minim emisi. 
  • Keduanya menawarkan solusi energi hijau mandiri yang memanfaatkan kekayaan agrikultur lokal secara maksimal. 

Kejutan BOBIBOS dari Sisa Panen Padi

Bobibos bahan bakar dari jerami [Instagram]

Di tengah gempita B50, muncul inovasi revolusioner bernama BOBIBOS yang sempat viral beberapa waktu lalu. Nama unik ini merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!.

Berbeda dengan B50 yang berbasis kelapa sawit, bahan dasar BOBIBOS murni berasal dari tumpukan jerami. Limbah sisa panen padi yang biasanya dibakar ini rupanya bisa diolah menjadi energi super.

Keunggulannya pun tak main-main bagi performa kendaraan bermotor masa kini. BOBIBOS diklaim mampu menekan emisi hingga nyaris nol dan mengusung tingkat oktan (Research Octane Number/RON) mendekati 98.

'Emas Hijau' Bernama Etanol Selulosa

Teknologi penyulap jerami menjadi bahan bakar ini mengandalkan proses bioteknologi tingkat tinggi. Para ilmuwan secara global mengenalnya sebagai etanol selulosa yang kerap dijuluki sebagai 'emas hijau' seperti dilansir dari Biocylcle.

Secara struktur kimiawi, zat ini serupa dengan etanol dari hasil olahan jagung atau kedelai. Namun, etanol selulosa menyimpan kandungan energi bersih tiga kali lipat lebih padat dari jagung.

Perkembangan bioteknologi modern sukses menekan biaya produksi etanol ini menjadi lebih murah dan efisien. Kehadirannya kini siap meruntuhkan dominasi bensin mahal yang selama ini masih harus diimpor.

Baik B50 maupun BOBIBOS kini memegang peranan krusial sebagai tonggak sejarah baru bangsa. Keduanya bersiap membuktikan bahwa era kemandirian energi berkelanjutan di Indonesia bukanlah sekadar angan belaka.

Baca Juga: Berapa Biaya Full Tank Fortuner dan Pajero Sport Usai Harga BBM Diesel Meroket? Jadi Segini Sekarang

Load More