Suara.com - Tren kendaraan listrik saat ini tengah populer di Indonesia. Hal ini ditandai dengan banyaknya mobil dan motor listrik yang makin banyak berseliweran di jalanan.
Hal ini sekaligus menjadi pertanda bahwa masyarakat Indonesia kini lebih sadar dan peduli akan lingkungan, dan inginkan kendaraan yang praktis serta irit biaya operasional.
Beberapa aplikasi layanan jasa antar penumpang atau ojek online kini sudah menggunakan motor listrik agar dapat menekan biaya operasional secara signifikan, ini otomatis akan meningkatkan pendapatan pengemudi.
Banyak pengguna motor di Indonesia beralih ke motor listrik, selain hemat biaya operasional, menggunakan motor listrik lebih nyaman serta minim biaya perawatan.
Mengingat sudah banyaknya pengguna motor listrik di Indonesia, Pemerintah dalam hal ini PLN menyediakan fasiltas mengisian daya baterai atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di berbagai kota.
Biasanya, SPKLU berada di titik-titik strategis seperti di kantor PLN terdekat, pusat perbelanjaan, rest area tol. Sayangnya ngecas motor listrik di tempat umum biasanya menimbulkan antri panjang, terutama di jam-jam sibuk.
Alternatifnya, Anda bisa melakukan pengisian daya baterai di rumah. Namun, ada pertanyaan yang umumnya sering dipertanyakan pengguna mengenai minimal daya listrik rumah untuk cas motor listrik?
Hal ini penting untuk Anda pahami agar penggunan listrik rumah Anda tetap efisien dan aman, mobilitas Anda sehari-hari juga lancar tanpa terganggu kendala teknis.
Minimal Daya Listrik Rumah untuk Cas Motor Listrik
Sebetulnya berbicara mengenai berapa minimal daya listrik rumah untuk cas motor listrik, jawabannya tentu sangat beragam.
Baca Juga: 5 Negara Beri Diskon Gila Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik
Biasanya 450 watt hingga 2.000 watt sudah bisa dipakai cas motor, tergantung pada jenis motor, kapasitas baterai, dan tipe charger.
Supaya lebih jelas, sebaiknya ketahui lebih detail kapasitas baterai di bawah ini, supaya listrik di rumah tidak terganggu.
1. Charger 500-1.00 watt
Jenis charger ini biasanya dipakai sepeda motor listrik kecil dan sedang . Daya listrik yang dibutuhkan adalah sebesar 900 VA atau 1.300 VA.
Waktu pengisian yang dibutuhkan sekitar 4-5 jam untuk isi baterai sampai penuh.
2. Charger 1.000-2.000 Watt
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
Terkini
-
Sepeda Gunung Murah Merek Apa? Ini 3 Pilihan Rp1 Jutaan dengan Spek Menarik
-
Sepeda Apa yang Cocok di Jalanan Bergelombang? Ini 7 Rekomendasi yang Nyaman Dipakai
-
Mangkir Alasan Sakit, Kejagung Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Besok
-
Iran Rudal Pangkalan Udara Ali al-Salem Kuwait: Kami Menyerang Tanah yang Diduduki Tentara Amerika!
-
Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka
-
BKSAP Tutup Kaukus AIPA, Tekankan Implementasi Resolusi untuk Masyarakat ASEAN
-
Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%
-
Final Piala Dunia 2026 Mengingatkan Saya pada Pesan Ayah soal Judi Bola
-
Warisan 1.300 Tahun di Tibet, Barkhor dan Potala Jadi Magnet Wisata Lhasa
-
Kilang Plaju Mulai Salurkan Biosolar B50, Pasokan Energi Sumatera Bagian Selatan Masuk Babak Baru