- Pemasangan Bi-LED memakan daya besar yang dapat membebani kinerja mesin dan sistem pengapian.
- Gunakan Bi-LED dengan fitur cut-off dan electric leveling agar tidak menyilaukan pengguna jalan lain.
- Cek kesehatan aki, pasang voltmeter, dan sesuaikan budget sebelum memulai modifikasi perlampuan harian.
Suara.com - Tren modifikasi perlampuan, khususnya pemasangan proyektor Bi-LED pada skutik seperti Honda Vario 125, kini semakin merajalela di kalangan anak muda.
Ambisi mengejar tampilan visual yang agresif dan pencahayaan maksimal untuk night ride seringkali membuat pemilik motor tergiur merombak sistem kelistrikan.
Namun, di balik cahayanya yang estetik dan super terang, ada risiko besar yang mengintai jika modifikasi dilakukan secara asal-asalan.
Isu teknis ini menjadi sorotan utama dalam ajang kumpul ratusan bikers "Vario Street Nation" yang digelar oleh Astra Motor Yogyakarta di Warkop Naik Kelas Demangan, akhir pekan lalu.
Astra Motor Yogyakarta sengaja menghadirkan Lantip, pegiat modifikasi sekaligus punggawa bengkel Arfris Project, untuk membedah tuntas aturan main modifikasi kelistrikan di hadapan ratusan pencinta Vario.
Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando, menekankan bahwa kegiatan berkumpul ini dirancang agar komunitas tidak sekadar nongkrong, tetapi juga pulang membawa edukasi yang bermanfaat.
"Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyalurkan hobi serta membangun solidaritas, sehingga kedepannya peserta bisa mendapatkan pengalaman yang berkesan dan positif," ungkap Julius.
Wanti-wanti Pakar: Bi-LED Bisa Bebani Tenaga Mesin!
Banyak pemilik motor yang mengira pemasangan Bi-LED hanya berurusan dengan aki. Padahal, menurut Lantip, dampaknya bisa merembet hingga ke performa mesin dan sistem pengapian motor.
Baca Juga: Kawasaki Brusky vs 3 Kompetitor Motor Matic 125cc, Mending Mana?
"Apakah Bi-LED berpengaruh terhadap mesin? Jelas. Karena Bi-LED itu elektrikalnya butuh tenaga gede," buka Lantip dalam sesi sharing & discussion.
Ia menjelaskan bahwa ketika lampu meminta daya yang besar, beban magnet pada mesin otomatis akan bertambah berat untuk menghasilkan pengisian yang sepadan.
"Sedangkan suplai yang dibutuhkan untuk pengapian dan buat perlampuan itu juga makin gede. Makanya kadang (ada yang minta) 'Mas, bisa nggak ini dilimit?' Ya bisa-bisa aja, tapi juga nggak maksimal," tambahnya.
Oleh karena itu, sebelum nekat memasang Bi-LED, Lantip mewanti-wanti bikers untuk melakukan langkah deteksi dini pada kesehatan motor.
"Yang ditindak pertama itu yang jelas kita cek pertama kali kelistrikan aki. Itu aki normal atau nggak," jelasnya.
Solusi Aman dan Sopan di Jalan: Pilih yang Ada Cut-Off & Leveling
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Review 3 Pilihan Lip Serum yang Bagus untuk Memerahkan Bibir, Harga Rp20 Ribuan
-
Purbaya Bantah Rumor BI Masuk Kabinet di Bawah Naungan Kemenkeu
-
Senyum Puas Pelatih Asal Korsel Lihat Timnas Indonesia Dipecundangi Vietnam
-
Selamat Datang di Era Attention Economy: Ketika Kebenaran Kalah Penting dari Sensasi Viral
-
El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla
-
Sabet 15 Medali di Malaysia, MMA Indonesia Makin Siap Tempur di Asian Games 2026
-
Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka
-
Mazda CX-30 Jadi Mobil Pertama Rakitan Dalam Negeri yang Debut di GIIAS 2026
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu