Otomotif / Mobil
Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:00 WIB
Charger generasi baru BYD. (BYD Fans via Carscoops)
Baca 10 detik
  • BYD Malaysia berencana menghadirkan teknologi Megawatt Flash Charging untuk mengisi daya baterai mobil listrik 10–70 persen dalam lima menit.
  • Pemasangan awal teknologi ini akan dilakukan di dealer Denza sebelum diperluas ke lokasi publik mengikuti kesiapan ekosistem lokal.
  • Sistem pengisian berkapasitas 1,5 MW ini bertujuan mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan durasi pengisian setara pengisian bahan bakar konvensional.

Suara.com - BYD Malaysia mengumumkan rencana menghadirkan teknologi Megawatt Flash Charging ke pasar mereka. Teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai mobil listrik dari 10–70 persen hanya dalam 5 menit, menambah jarak tempuh sekitar 400 km.

Teknologi ini dikembangkan oleh BYD, produsen mobil listrik asal Tiongkok yang kini agresif ekspansi ke Asia Tenggara.

Jacob Ma, Managing Director BYD Malaysia, menyebut bahwa pengenalan charger kilat ini masih dalam tahap perencanaan dan akan pertama kali dipasang di dealer Denza, menurut Autobuzz.

Meski belum ada jadwal resmi, BYD Malaysia menegaskan bahwa timeline penerapan akan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah dan kesiapan ekosistem EV lokal.

Target awal adalah mempercepat adopsi publik dengan menggandeng operator charging pihak ketiga.

Tahap pertama instalasi akan dilakukan di dealer Denza Malaysia, sebelum diperluas ke lokasi publik.

Di Tiongkok sendiri, BYD sudah memiliki lebih dari 4.000 stasiun Flash Charging, dan menargetkan 20.000 unit terpasang pada akhir 2026.

Malaysia diproyeksikan menjadi pasar pertama di Asia Tenggara yang merasakan teknologi ini.

Calon mobil baru BYD yang diduga kuat merupakan BYD M6 PHEV tertangkap kamera tengah melakukan pengambilan gambar. (Foto: Ist)

Pengisian cepat adalah salah satu hambatan utama adopsi EV. Dengan kemampuan isi 70 persen dalam 5 menit, BYD ingin menyamakan pengalaman charging EV dengan isi bensin di SPBU.

Baca Juga: Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit

Teknologi ini juga dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) yang menyimpan energi secara perlahan, sehingga tidak membebani jaringan listrik saat terjadi lonjakan daya besar.

Megawatt Flash Charger generasi kedua BYD mampu menghasilkan output hingga 1,500 kW (1,5 MW) dengan tegangan lebih dari 1.000V dan arus 1.000A.

Sistem ini bekerja optimal dengan baterai Blade LFP generasi kedua milik BYD.

  • 10–70% SoC: 5 menit.
  • 10–97% SoC: 9 menit.

Jacob Ma menambahkan bahwa charger ini berpotensi kompatibel dengan merek lain, meski performa tetap bergantung pada kemampuan teknis masing-masing kendaraan.

Jika teknologi ini masuk ke Indonesia, konsumen akan merasakan revolusi besar dalam pengalaman menggunakan EV.

Waktu charging yang singkat bisa menghapus keraguan soal jarak tempuh dan kenyamanan, sekaligus mempercepat transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik.

Load More