Otomotif / Mobil
Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:13 WIB
ID VW. Era 9X. (MIIT China)
Baca 10 detik
  • Volkswagen berencana melakukan restrukturisasi besar-besaran yang mengancam 100 ribu pekerja guna memulihkan laba perusahaan yang turun 44 persen.
  • Keputusan final terkait efisiensi operasional dan penutupan empat pabrik di Jerman akan dibahas dalam rapat pada Juli 2026.
  • Strategi efisiensi ini bertujuan menekan biaya operasional serta meningkatkan daya saing perusahaan menghadapi persaingan dari Tesla dan merek Tiongkok.

Suara.com - Volkswagen dikabarkan tengah menyiapkan langkah efisiensi besar-besaran yang bisa berdampak pada 100 ribu pekerja di seluruh dunia.

Rencana ini mencakup pemangkasan tenaga kerja, penutupan pabrik, pengurangan investasi, hingga restrukturisasi organisasi internal. Jika benar dijalankan, ini akan menjadi salah satu guncangan terbesar dalam sejarah perusahaan, menurut laporan Carscoops.

CEO Oliver Blume dan CFO Arno Antlitz disebut sebagai sosok di balik rencana ini. Keduanya sedang mencari cara agar Volkswagen tetap kompetitif setelah laba perusahaan anjlok 44 persen pada 2025.

Menurut laporan Manager Magazin yang dikutip Reuters, langkah ini dianggap perlu untuk menghadapi persaingan ketat dari merek Tiongkok dan Tesla.

Keputusan final belum diumumkan, namun rapat dewan pengawas Volkswagen dijadwalkan pada 9 Juli 2026. Hingga saat itu, ribuan pekerja masih menunggu kepastian nasib mereka.

Empat pabrik di Jerman disebut paling terancam, yakni di daerah Hanover, Emden, Zwickau dan Audi Neckarsulm.

Jika produksi di lokasi tersebut dihentikan setelah program kendaraan berakhir, lebih dari 45 ribu pekerjaan bisa hilang.

Volkswagen Taigun. (VW India)

Dampak ini akan menambah pemangkasan tenaga kerja yang sudah berjalan sebelumnya.

Volkswagen menilai restrukturisasi besar ini penting untuk:

Baca Juga: Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

  • Menekan biaya produksi dan operasional.
  • Menyederhanakan struktur manajemen dengan memisahkan merek inti VW dan bisnis komponen.
  • Memberi fleksibilitas lebih dalam menghadapi tren elektrifikasi dan kendaraan berbasis perangkat lunak.

Namun, serikat buruh IG Metall dan dewan pekerja VW menolak keras rencana ini. Mereka berjanji akan melawan setiap upaya yang mengancam kesejahteraan buruh.

Namun tak cuma PHK, strategi yang sedang dipertimbangkan juga turut mencakup penutupan pabrik bertahap setelah siklus produksi selesai.

Ilustrasi mobil Volkswagen. (Suara.com x Gemini AI)

Selain itu, VW juga mempertimbangkan pengurangan investasi di sektor non-prioritas, pemangkasan administrasi untuk membuat perusahaan lebih ramping hingga restrukturisasi organisasi agar merek inti VW lebih mandiri.

Seorang juru bicara Volkswagen menyebut, “seluruh grup... harus menjalani perubahan” agar tetap kompetitif.

Bagi konsumen, restrukturisasi ini bisa berarti harga mobil lebih kompetitif dan fokus lebih besar pada kendaraan listrik serta teknologi baru.

Namun, di balik itu ada risiko sosial besar: puluhan ribu pekerja kehilangan mata pencaharian, terutama di Jerman yang selama ini menjadi basis produksi utama Volkswagen.

Load More