- Volkswagen berencana melakukan restrukturisasi besar-besaran yang mengancam 100 ribu pekerja guna memulihkan laba perusahaan yang turun 44 persen.
- Keputusan final terkait efisiensi operasional dan penutupan empat pabrik di Jerman akan dibahas dalam rapat pada Juli 2026.
- Strategi efisiensi ini bertujuan menekan biaya operasional serta meningkatkan daya saing perusahaan menghadapi persaingan dari Tesla dan merek Tiongkok.
Suara.com - Volkswagen dikabarkan tengah menyiapkan langkah efisiensi besar-besaran yang bisa berdampak pada 100 ribu pekerja di seluruh dunia.
Rencana ini mencakup pemangkasan tenaga kerja, penutupan pabrik, pengurangan investasi, hingga restrukturisasi organisasi internal. Jika benar dijalankan, ini akan menjadi salah satu guncangan terbesar dalam sejarah perusahaan, menurut laporan Carscoops.
CEO Oliver Blume dan CFO Arno Antlitz disebut sebagai sosok di balik rencana ini. Keduanya sedang mencari cara agar Volkswagen tetap kompetitif setelah laba perusahaan anjlok 44 persen pada 2025.
Menurut laporan Manager Magazin yang dikutip Reuters, langkah ini dianggap perlu untuk menghadapi persaingan ketat dari merek Tiongkok dan Tesla.
Keputusan final belum diumumkan, namun rapat dewan pengawas Volkswagen dijadwalkan pada 9 Juli 2026. Hingga saat itu, ribuan pekerja masih menunggu kepastian nasib mereka.
Empat pabrik di Jerman disebut paling terancam, yakni di daerah Hanover, Emden, Zwickau dan Audi Neckarsulm.
Jika produksi di lokasi tersebut dihentikan setelah program kendaraan berakhir, lebih dari 45 ribu pekerjaan bisa hilang.
Dampak ini akan menambah pemangkasan tenaga kerja yang sudah berjalan sebelumnya.
Volkswagen menilai restrukturisasi besar ini penting untuk:
Baca Juga: Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
- Menekan biaya produksi dan operasional.
- Menyederhanakan struktur manajemen dengan memisahkan merek inti VW dan bisnis komponen.
- Memberi fleksibilitas lebih dalam menghadapi tren elektrifikasi dan kendaraan berbasis perangkat lunak.
Namun, serikat buruh IG Metall dan dewan pekerja VW menolak keras rencana ini. Mereka berjanji akan melawan setiap upaya yang mengancam kesejahteraan buruh.
Namun tak cuma PHK, strategi yang sedang dipertimbangkan juga turut mencakup penutupan pabrik bertahap setelah siklus produksi selesai.
Selain itu, VW juga mempertimbangkan pengurangan investasi di sektor non-prioritas, pemangkasan administrasi untuk membuat perusahaan lebih ramping hingga restrukturisasi organisasi agar merek inti VW lebih mandiri.
Seorang juru bicara Volkswagen menyebut, “seluruh grup... harus menjalani perubahan” agar tetap kompetitif.
Bagi konsumen, restrukturisasi ini bisa berarti harga mobil lebih kompetitif dan fokus lebih besar pada kendaraan listrik serta teknologi baru.
Namun, di balik itu ada risiko sosial besar: puluhan ribu pekerja kehilangan mata pencaharian, terutama di Jerman yang selama ini menjadi basis produksi utama Volkswagen.
Berita Terkait
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi
-
Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen
-
Lupakan Mesin 3 dan 4 Silinder, Begini Pesona Mobil Dua Piston asal Italia