Otomotif / Mobil
Selasa, 30 Juni 2026 | 13:34 WIB
SPBU Pertamina. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia mulai mendistribusikan bahan bakar B50 ke seluruh SPBU secara bertahap mulai 1 Juli 2026.
  • Kebijakan ini menetapkan masa transisi hingga 1 Oktober 2026 agar badan usaha menghabiskan stok B40 lama.
  • Pengguna wajib melakukan perawatan rutin karena B50 bersifat pembersih yang berpotensi menyumbat filter bahan bakar kendaraan.

Prof. Tulus memberikan catatan bahwa populasi mesin diesel di Indonesia sangat beragam, mulai dari teknologi lama hingga mesin modern dengan sistem injeksi yang sensitif. Beliau menekankan pentingnya perawatan rutin agar performa tetap terjaga.

"B50 aman sepanjang memenuhi spesifikasi, didistribusikan dengan benar, dan digunakan pada mesin yang dirawat sesuai standar," ungkapnya dikutip dari situs resmi USU.

Ia menambahkan bahwa risiko terbesar sebenarnya bukan terletak pada kandungan B50 itu sendiri, melainkan pada kondisi internal sistem bahan bakar pengguna, seperti tangki yang kotor, filter yang sudah lama tidak diganti, atau penggunaan selang karet yang tidak kompatibel dengan biodiesel tinggi.

Salah satu fakta teknis yang perlu dipahami pengguna adalah sifat biodiesel yang memiliki efek detergen atau pembersih.

Artinya, saat pertama kali beralih ke B50, bahan bakar ini akan melarutkan deposit atau kotoran lama yang mengendap di dinding tangki bahan bakar.

Akibatnya, kotoran tersebut akan mengalir dan berpotensi menyumbat filter bahan bakar lebih cepat dari biasanya.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan pemilik kendaraan untuk menyiapkan filter cadangan dan memeriksanya lebih sering selama masa awal transisi.

Lebih boros

Ilustrasi bahan bakar B50 (Gemini AI)

Selain masalah filter, pengguna juga harus bersiap dengan sedikit perubahan pada konsumsi bahan bakar. Secara ilmiah, biodiesel memiliki nilai kalor yang sedikit lebih rendah dibandingkan solar fosil murni.

Data pengujian menunjukkan adanya kenaikan konsumsi bahan bakar sekitar 1 hingga 3 persen jika dibandingkan dengan penggunaan B40.

Baca Juga: B50 untuk Mobil Apa Saja? BBM Baru yang Katanya Akan Dirilis 1 Juli 2026

Meski terasa sedikit lebih boros dalam hitungan liter per kilometer, angka ini dianggap masih dalam batas wajar dan terkompensasi oleh manfaat lingkungan serta kemandirian ekonomi nasional.

“Dari sisi liter per kilometer atau liter per jam, B50 cenderung sedikit lebih boros, bukan lebih irit,” ujar Prof. Tulus.

Pengguna genset wajib perhatikan penyimpanan BBM

Contoh generator listrik alias genset. [Shopee]

Bagi pemilik genset yang sering menyimpan solar dalam waktu lama sebagai cadangan, ada catatan khusus mengenai sifat higroskopis biodiesel yang lebih mudah menyerap air dibandingkan solar fosil.

Penyimpanan B50 dalam jangka panjang tanpa adanya rotasi stok berisiko menyebabkan degradasi oksidatif, kenaikan keasaman, hingga pertumbuhan mikroba di dalam tangki.

Prof. Tulus menyarankan agar tangki penyimpanan tetap bersih, kering, dan tertutup rapat, serta menerapkan prinsip First-In First-Out (FIFO) agar bahan bakar tidak mengendap terlalu lama dan basi.

"Istilah 'basi' dalam konteks ilmiah lebih tepat disebut degradasi oksidatif, pembentukan sedimen, kenaikan keasaman, atau kontaminasi air-mikroba," jelas Prof. Tulus.

Load More