Otomotif / Mobil
Kamis, 02 Juli 2026 | 12:18 WIB
Pameran otomotif yang digelar GAIKINDO. [Antara/Muhammad Iqbal]
Baca 10 detik
  • GAIKINDO mendesak pemerintah agar memberikan perlakuan setara kepada investor otomotif Tiongkok seperti dukungan yang diterima perusahaan Jepang sebelumnya.
  • Asosiasi mengajukan usulan resmi kepada Kementerian Perindustrian agar kebijakan stimulus tidak hanya fokus pada satu jenis teknologi tertentu saja.
  • GAIKINDO meminta insentif untuk seluruh tipe kendaraan guna menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan daya saing industri otomotif nasional.

Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memberikan masukan kritis kepada pemerintah terkait kebijakan stimulus industri otomotif nasional. Meski mengapresiasi dukungan terhadap investor Jepang yang telah membangun ekosistem manufaktur di Subang hingga Bekasi, asosiasi menilai perlunya perlakuan setara bagi seluruh pelaku industri.

Kehadiran pabrikan otomotif asal Tiongkok yang mulai masif berinvestasi di tanah air menjadi perhatian serius.

Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO Jongkie Sugiarto mengungkapkan bahwa para pemain baru ini mengharapkan dukungan yang serupa dengan investor terdahulu guna menjamin keberlangsungan bisnis mereka.

”Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia,” tutur Jongkie, dikutip Kamis (2 Juli 2026).

Dalam upaya menjaga stabilitas pasar, GAIKINDO telah melayangkan usulan resmi kepada Kementerian Perindustrian RI. Asosiasi mendorong agar kebijakan stimulus tidak hanya difokuskan pada satu jenis teknologi tertentu.

Mereka mendesak pemberlakuan insentif untuk seluruh tipe kendaraan bermotor, mulai dari Internal Combustion Engine atau ICE, Hybrid atau HEV, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

Langkah ini dianggap krusial agar seluruh lini industri mendapatkan dorongan yang seimbang dalam menghadapi tantangan global. GAIKINDO meyakini sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri akan membuat Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif.

Sektor otomotif tetap menjadi pilar strategis yang menyumbang kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Ketua Harian GIKINDO, Anton Kumonty menegaskan komitmen asosiasi dalam membangun ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga: Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota

”Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Anton Kumonty.

Load More