Otomotif / Mobil
Senin, 29 Juni 2026 | 11:25 WIB
Para pengunjung memadati pameran otomotif yang digelar oleh GAIKINDO.[Antara/Muhammad Iqbal]
Baca 10 detik
  • GAIKINDO mengapresiasi dukungan kebijakan pemerintah terhadap industri otomotif nasional melalui insentif fiskal dan fasilitas investasi yang berkelanjutan.
  • Sebanyak 57 perusahaan otomotif telah memanfaatkan fasilitas USDFS senilai 800 miliar dolar AS guna menjaga stabilitas pasar domestik.
  • GAIKINDO mengusulkan pemberian stimulus bagi seluruh jenis kendaraan untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat bagi seluruh investor.

Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata Pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga keberlangsungan industri otomotif. Melalui Kementerian Perindustrian, berbagai kebijakan mulai dari insentif fiskal hingga fasilitas investasi dinilai telah membantu industri melewati tantangan global termasuk masa pandemi dan transisi teknologi.

Ketua Harian GAIKINDO Anton Kumonty menyampaikan bahwa komunikasi terbuka antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci utama. Menurutnya, komitmen pemerintah memberikan kepastian bagi seluruh investor yang telah menanamkan modal di tanah air.

"GAIKINDO melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional. Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," ujar Anton, Senin (29/6/2026).

Data GAIKINDO mencatat fasilitas User Specific Duty-Free Scheme atau USDFS telah dimanfaatkan secara masif oleh 57 perusahaan otomotif dengan nilai mencapai 800 miliar dolar AS. Selain itu, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat untuk merek-merek besar seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, hingga Isuzu.

Namun, di tengah dominasi pabrikan Jepang yang telah membangun ekosistem jangka panjang melalui pelabuhan Patimban dan proving ground Bekasi, kini pemain otomotif asal Tiongkok mulai menunjukkan taringnya. Mereka berharap mendapatkan dukungan yang setara untuk menjalankan rencana bisnis jangka panjang di Indonesia.

Ilustrasi mobil hybrid. (Toyota)

Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO Jongkie Sugiarto melihat fenomena ini sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan pasar nasional.

”Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia,” tutur Jongkie.

Guna menjaga ekosistem yang sehat, GAIKINDO memberikan usulan resmi kepada Kementerian Perindustrian untuk mendorong kebijakan stimulus bagi semua tipe kendaraan. Usulan ini mencakup mobil bermesin pembakaran internal atau ICE, Hybrid, hingga kendaraan listrik murni atau BEV. Hal ini bertujuan agar seluruh sektor industri mendapatkan dorongan yang sama dalam menjaga stabilitas pasar.

"Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," tutup Anton Kumonty.

Baca Juga: Permintaan Mobil Listrik Melambat, Kia Putuskan Rakit Mobil Hybrid di Pabrik Hyundai

Load More