- PT Kia Sales Indonesia menyatakan kesiapan kendaraan bermesin diesel mereka menggunakan bahan bakar Biodiesel B50 sesuai pengujian teknis pemerintah.
- Komposisi bahan bakar B50 terdiri dari 35 persen FAME, 15 persen Hydrotreated Vegetable Oil, dan sisanya merupakan solar fosil.
- KIA menekankan pentingnya standar emisi Euro 4 serta ketersediaan bahan bakar rendah sulfur untuk menjaga performa mesin diesel modern.
Suara.com - PT Kia Sales Indonesia menyatakan kesiapan lini kendaraan bermesin diesel mereka untuk mengonsumsi Bahan Bakar Minyak jenis Biodiesel B50. Walaupun sudah menyatakan siap, pabrikan otomotif asal Korea Selatan ini masih menunggu kepastian regulasi serta spesifikasi teknis bahan bakar yang akan diterapkan secara nasional oleh pemerintah.
VP Operations KSI Harry Yanto mengungkapkan bahwa pemerintah sebenarnya telah melakukan serangkaian pengujian komprehensif sebelum meluncurkan kebijakan B50.
Pengujian tersebut melibatkan berbagai model kendaraan dengan jarak tempuh mencapai 50.000 kilometer untuk melihat ketahanan mesin.
"Pengujian dilakukan secara komprehensif, termasuk uji performa pada suhu rendah sekitar 5 derajat Celsius untuk memastikan karakteristik bahan bakar tetap stabil dan tidak mengalami pembekuan" ujar Harry di sela kegiatan media drive All New Seltos di Bogor, Senin (20/7/2026).
Harry menjelaskan adanya miskonsepsi di tengah masyarakat mengenai komposisi Biodiesel B50. Berbeda dengan anggapan umum bahwa B50 terdiri dari 50 persen biodiesel minyak sawit atau FAME, formula terbaru justru merupakan perpaduan yang lebih kompleks.
B50 terdiri dari campuran 35 persen Fatty Acid Methyl Ester berbasis kelapa sawit, 15 persen Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), dan sisanya merupakan solar fosil.
Kehadiran komponen HVO menjadi faktor kunci yang menjaga kualitas bahan bakar tersebut. Harry menyebut HVO mampu menjaga performa sistem injeksi pada mesin diesel modern meskipun biaya produksinya lebih tinggi dibandingkan FAME.
"Bedanya antara B40, B30 dengan B50 ini, dia tidak menggunakan 50 persen dari palm oil. HVO ini memang harganya sedikit lebih mahal, tapi bagus untuk campuran solar sehingga tidak menyebabkan korosi yang parah di saluran bahan bakar" jelas Harry.
Walaupun secara teori sudah siap, KIA tetap menekankan pentingnya kesesuaian bahan bakar dengan standar emisi Euro 4. Mesin diesel common rail bertekanan tinggi yang digunakan KIA saat ini sangat sensitif terhadap kandungan sulfur.
Baca Juga: Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional
Saat ini satu-satunya model diesel yang dipasarkan KSI di Indonesia adalah Kia Carnival Diesel yang sudah berstandar Euro 4.
KIA tetap merekomendasikan penggunaan bahan bakar setara Pertamina Dex yang memiliki kandungan sulfur di bawah 50 ppm. Hal ini dikarenakan sistem injeksi dan filter pada mesin Euro 4 jauh lebih sensitif dibandingkan mesin diesel generasi lama.
Di sisi lain distribusi bahan bakar rendah sulfur di Indonesia masih menjadi tantangan besar karena ketersediaan solar berstandar Euro 4 secara merata diperkirakan baru akan tercapai pada akhir tahun 2027.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus