- Pakar keamanan siber menyatakan peretas sangat sulit mengambil alih komponen vital kendaraan modern secara langsung.
- Investigasi di Norwegia menemukan produsen bus listrik China memiliki akses jarak jauh ke sistem kendaraan.
- Ancaman nyata meliputi pelumpuhan armada kendaraan massal secara jarak jauh serta potensi pencurian data pengguna.
Suara.com - Mobil modern kini semakin canggih berkat konektivitas internet dan pembaruan perangkat lunak secara over-the-air atau OTA. Namun di balik kemudahan tersebut muncul kekhawatiran besar mengenai aspek keamanan siber yang menyasar pengguna jalan di berbagai kota besar.
Melansir Carscoops, para pakar keamanan siber menilai sistem kendaraan modern sebenarnya memiliki berlapis pengamanan. Kondisi ini membuat peretas sangat sulit untuk mengakses komponen vital seperti kemudi, rem, atau pedal gas secara langsung. Ancaman terbesar sebenarnya bukanlah hacker yang mengambil alih setir atau mengendalikan mobil dari jarak jauh seperti yang sering digambarkan dalam adegan film aksi.
Sebaliknya, risiko yang jauh lebih realistis adalah kendaraan dilumpuhkan dari jarak jauh atau data sensitif penggunanya dicuri. Kekhawatiran tersebut mencuat setelah investigasi di Norwegia menemukan produsen bus listrik asal China masih memiliki akses jarak jauh ke beberapa sistem kendaraan melalui jaringan seluler.
Berdasarkan laporan tersebut, skenario yang paling dikhawatirkan bukan kendaraan dibajak saat sedang melaju di jalan raya. Ancaman utama justru menyasar armada transportasi, kendaraan logistik, atau ribuan mobil listrik yang tidak dapat dioperasikan secara massal akibat serangan siber. Serangan semacam itu juga berpotensi mengganggu proses pengisian daya baterai hingga pencurian data jutaan kendaraan yang terhubung ke jaringan internet.
Di sisi lain, konektivitas internet sebenarnya juga memberikan keuntungan nyata bagi pemilik. Produsen dapat mengirim pembaruan perangkat lunak untuk menutup celah keamanan tanpa kendaraan harus datang ke bengkel resmi. Namun seiring bertambahnya fitur yang terhubung ke internet, produsen kendaraan dituntut untuk terus memperbarui sistem keamanan mereka agar tidak dimanfaatkan oleh peretas yang mengincar kelengahan sistem.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
10 Warna Bedak Wardah yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat, Ini Pilihan Shade-nya
-
Rusia Rekrut Warga Miskin Jadi Tentara Perang, Dijanjikan Uang Melimpah
-
Ancaman Siber Mobil Modern Ternyata Lebih Mengerikan dari Sekadar Aksi Peretasan di Film
-
Apa Warna Lipstik agar Gigi Terlihat Putih? Ini 4 Shade yang Direkomendasikan
-
Harga Pangan Kompak Turun! Cabai Anjlok hingga 19%, Beras dan Ayam Ikut Melandai
-
Bukan Juara, STY Ungkap Target Utama Persija di Piala Presiden 2026
-
Perempuan dan Budaya Konsumtif: Belanja buat Healing atau Cuma Pelarian?
-
7 Cara Mengecek HP Disadap atau Tidak, Segera Periksa Pakai Kode Rahasia Ini!
-
Kisah Tani Kota Sejati 58 Kebagusan, Saat Tumpukan Sampah Disulap Jadi Hamparan Hijau
-
Sempat Mandeg Sejak 2019, Sertifikasi Tanah Warga Jakarta Butuh Dana Pemerintah Pusat