Otomotif / Mobil
Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:05 WIB
Ilusttrasi mobil modern. (Foto: Ferrari)
Baca 10 detik
  • Pakar keamanan siber menyatakan peretas sangat sulit mengambil alih komponen vital kendaraan modern secara langsung.
  • Investigasi di Norwegia menemukan produsen bus listrik China memiliki akses jarak jauh ke sistem kendaraan.
  • Ancaman nyata meliputi pelumpuhan armada kendaraan massal secara jarak jauh serta potensi pencurian data pengguna.

Suara.com - Mobil modern kini semakin canggih berkat konektivitas internet dan pembaruan perangkat lunak secara over-the-air atau OTA. Namun di balik kemudahan tersebut muncul kekhawatiran besar mengenai aspek keamanan siber yang menyasar pengguna jalan di berbagai kota besar.

Melansir Carscoops, para pakar keamanan siber menilai sistem kendaraan modern sebenarnya memiliki berlapis pengamanan. Kondisi ini membuat peretas sangat sulit untuk mengakses komponen vital seperti kemudi, rem, atau pedal gas secara langsung. Ancaman terbesar sebenarnya bukanlah hacker yang mengambil alih setir atau mengendalikan mobil dari jarak jauh seperti yang sering digambarkan dalam adegan film aksi.

Sebaliknya, risiko yang jauh lebih realistis adalah kendaraan dilumpuhkan dari jarak jauh atau data sensitif penggunanya dicuri. Kekhawatiran tersebut mencuat setelah investigasi di Norwegia menemukan produsen bus listrik asal China masih memiliki akses jarak jauh ke beberapa sistem kendaraan melalui jaringan seluler.

Berdasarkan laporan tersebut, skenario yang paling dikhawatirkan bukan kendaraan dibajak saat sedang melaju di jalan raya. Ancaman utama justru menyasar armada transportasi, kendaraan logistik, atau ribuan mobil listrik yang tidak dapat dioperasikan secara massal akibat serangan siber. Serangan semacam itu juga berpotensi mengganggu proses pengisian daya baterai hingga pencurian data jutaan kendaraan yang terhubung ke jaringan internet.

Di sisi lain, konektivitas internet sebenarnya juga memberikan keuntungan nyata bagi pemilik. Produsen dapat mengirim pembaruan perangkat lunak untuk menutup celah keamanan tanpa kendaraan harus datang ke bengkel resmi. Namun seiring bertambahnya fitur yang terhubung ke internet, produsen kendaraan dituntut untuk terus memperbarui sistem keamanan mereka agar tidak dimanfaatkan oleh peretas yang mengincar kelengahan sistem.

Load More