Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB
Sejumlah personel Basarnas menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten bertolak untuk mencari jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Senin (14/9/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU]
  • Polda Banten memastikan jenazah di Kali Teratai bukan korban kapal cepat Arupadhatu yang hilang kontak.
  • Jenazah laki-laki tanpa identitas ditemukan di Pulau Enggano dan telah dievakuasi untuk menjalani proses autopsi.
  • Polda Banten masih menunggu hasil pencocokan DNA dari Polda Bengkulu guna memastikan identitas jenazah tersebut.

Suara.com - Polisi membantah jika temuan jenazah di Muara Sungai Kali Teratai, Kramatwatu, Banten tidak terkait dengan kapal cepat Arupadhatu yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Berdasarkan data primer yang kami peroleh dan hasil pemeriksaan, dipastikan bukan merupakan salah satu dari teman-teman yang hilang kontak dari kapal speed boat Arupadhatu,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea, dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Sesosok jenazah juga ditemukan petugas di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Namun, kata Maruli, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA.

Maruli menjelaskan, jenazah tersebut telah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat menuju Polda Bengkulu. Pada hari ini juga telah dilakukan proses autopsi.

“Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari teman-teman yang hilang kontak,” kata Maruli.

Jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano diketahui berjenis kelamin laki-laki, dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun. 

Kemudian, lanjut Maruli, Kondisi wajah jenazah mengalami kerusakan sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan identitasnya.

“Untuk memastikan identitasnya, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” ujarnya.

Polda Banten mengimbau masyarakat dan rekan-rekan media untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

“Kami mohon waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA dari Polda Bengkulu. Setelah hasilnya keluar, tentunya akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat dan rekan-rekan media,” tandas Maruli.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com