Cara Sistem Tukar Baterai VinFast Hapus Kekhawatiran Pengguna Motor Listrik

Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:35 WIB
Motor Listrik VinFast. (Foto: VinFast)
  • VinFast meluncurkan lini motor listrik di Indonesia pada Juni 2026 untuk mengatasi rendahnya penetrasi pasar.
  • Perusahaan menawarkan skema langganan dan penukaran baterai guna menekan biaya operasional harian konsumen.
  • VinFast berencana menghadirkan delapan model serta memulai perakitan lokal kendaraan pada tahun 2027.

Suara.com - Pasar sepeda motor Indonesia mencatatkan angka penjualan yang masif mencapai lebih dari 6,4 juta unit pada 2025. Namun di balik angka tersebut, penetrasi motor listrik masih berada di bawah satu persen. VinFast melihat celah besar ini dengan merilis peluncuran lini motor listrik pada Juni 2026 yang mengedepankan efisiensi biaya bagi penggunanya.

Keuntungan Finansial dan Penghematan Operasional

Bagi konsumen Indonesia, aspek ekonomi masih menjadi salah datu penentu utama dalam beralih ke kendaraan listrik. VinFast menawarkan skema langganan baterai yang mampu menekan harga jual kendaraan. Model Evo misalnya, dibanderol sekitar Rp18,98 juta atau setara dengan harga skutik bensin kelas pemula. Langkah ini memindahkan beban biaya besar di awal menjadi biaya operasional bulanan yang lebih terjangkau.

Motor Listrik VinFast. (Foto: VinFast)

Berdasarkan simulasi hitungan di atas kertas, pengguna motor listrik VinFast berpotensi meraih penghematan operasional sekitar 30 hingga 35 persen dibandingkan motor bensin. Dengan asumsi jarak tempuh 150 kilometer per hari, biaya bulanan skutik bensin berada di kisaran Rp1 juta.

Sementara itu, dengan skema tukar baterai VinFast, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp650 ribu hingga Rp700 ribu. Jika pengisian daya dilakukan di rumah, penghematan tersebut bahkan bisa lebih besar lagi.

“Upaya percepatan elektrifikasi perlu didukung oleh kemudahan penggunaan dan nilai ekonomis yang nyata bagi konsumen,” ungkap Yordan Satriadi, CEO VinFast e-Scooter Indonesia.

Kemudahan Sistem Tukar Baterai Tanpa Risiko

Salah satu hambatan utama adopsi motor listrik adalah kekhawatiran terhadap degradasi baterai. VinFast menjawab tantangan ini melalui sistem battery swapping atau penukaran baterai. Dalam model langganan ini, konsumen tidak perlu memiliki baterai secara permanen sehingga risiko penurunan performa baterai sepenuhnya ditanggung oleh pabrikan.

E-Scooter VinFast. (Foto: VinFast)

Kepraktisan menjadi nilai jual utama karena pengguna hanya perlu menukar baterai yang habis dengan yang baru di stasiun penukaran. VinFast bekerja sama dengan V-Green untuk membangun ribuan stasiun penukaran baterai di Jakarta dan kota-kota besar lainnya pada 2026. Selain itu, perusahaan memberikan garansi kendaraan yang cukup panjang hingga enam tahun atau 72.000 kilometer.

Rencana Ekspansi dan Lokalisasi di Indonesia

VinFast akan mengawali langkahnya dengan menghadirkan tiga model unggulan yaitu Evo, Feliz II, dan Viper. Perusahaan menargetkan total delapan model akan tersedia hingga akhir tahun 2026 untuk menjangkau berbagai lapisan konsumen.

Motor Listrik VinFast. (Foto: VinFast)

“Ini baru langkah awal. Sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperluas portofolio produk, VinFast berencana menghadirkan total delapan model pada tahun ini guna membangun kehadiran yang kuat dan beragam di pasar Indonesia,” jelas Yordan.

Untuk mendukung keberlanjutan bisnis, VinFast menerapkan strategi lokalisasi secara bertahap. Meskipun awalnya didatangkan secara utuh, perusahaan berencana memulai proses perakitan lokal pada 2027 mendatang.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com