- Kia mencetak rekor penjualan tertinggi di Amerika Serikat pada Agustus 2026 berkat harga kompetitif dan tingginya peminat kendaraan hybrid.
- Penjualan wholesales Kia di Indonesia tercatat hanya 479 unit dari Januari hingga Juli 2026 akibat status impor CBU yang mahal.
- Model Kia Carens mendominasi penjualan di Indonesia, sementara kendaraan listrik premium EV6 dan EV9 belum mencatatkan angka pengiriman sama sekali.
Suara.com - Pernahkah Anda memperhatikan mobil-mobil merek KIA berseliweran di jalanan akhir-akhir ini? Merek otomotif asal Korea Selatan ini sebenarnya sedang menjadi buah bibir di pasar global.
Namun, jika kita melihat data secara jeli, ada sebuah pemandangan yang sangat kontras antara nasib KIA di pasar internasional dengan di Indonesia.
Di luar negeri, KIA melesat bagaikan roket, sementara di tanah air, perjuangannya tampak begitu sunyi.
Mari kita lihat pencapaian luar biasa KIA di pasar internasional terlebih dahulu, khususnya di Amerika Serikat.
Prestasi KIA di Amerika Serikat
KIA Torehkan Rekor di Agustus 2026
Menurut The Drive, pada bulan Agustus 2026, KIA berhasil memecahkan rekor penjualan mobil bulanan tertinggi sepanjang sejarah mereka dengan melepas sebanyak 83.798 unit mobil ke konsumen.
Angka fantastis ini membuat mereka berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan rekor penjualan tahunan tertinggi selama empat tahun berturut-turut.
Secara akumulatif, penjualan mereka sejak awal tahun hingga Agustus 2026 bahkan sudah sukses menembus 590.377 unit.
Lantas, apa rahasia di balik kejayaan mereka di negeri seberang? Jawabannya ada dua faktor utama, yaitu harga yang bersahabat dan ramainya peminat mobil hybrid.
Istilah hybrid sendiri merujuk pada teknologi mesin ganda, yang menggabungkan mesin bensin biasa dengan motor listrik bertenaga baterai agar konsumsi bahan bakar jauh lebih irit.
Di pasar global, KIA memiliki tujuh model andalan yang harganya sangat kompetitif karena dimulai di bawah 30.000 dolar AS (sekitar Rp500 jutaan).
Selain itu, penjualan mobil ganda alias hybrid mereka melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu.
Model-model tangguh seperti KIA Sportage, Sorento, dan Carnival versi hybrid sangat laris diburu konsumen.
Bahkan, mobil sedan mereka seperti KIA K4 dan K5 juga laku keras hingga terjual lebih dari 20.000 unit dalam satu bulan saja.
Beda Nasib dengan di Indonesia
Namun, kondisi gemilang tersebut berbanding terbalik ketika kita menengok pasar Indonesia.
Berdasarkan data resmi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total penjualan wholesales KIA di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Juli 2026 hanya tercatat sebesar 479 unit.
Sebagai informasi, wholesales adalah istilah industri untuk pengiriman atau penjualan mobil dari pihak pabrik distributor ke jaringan diler resmi, jadi bukan angka yang langsung diterima oleh tangan konsumen akhir di jalanan.
Jika dibedah secara bulanan, grafik penjualan KIA di Indonesia sempat memulai tahun 2026 dengan sangat dingin.
Pada bulan Januari, mereka mencatatkan angka kosong alias 0 unit pengiriman.
Angka ini baru merangkak naik perlahan di bulan-bulan berikutnya: 27 unit di Februari, 92 unit di Maret, 59 unit di April, 95 unit di Mei, 94 unit di Juni, hingga akhirnya menyentuh angka tertinggi di bulan Juli dengan 112 unit pengiriman.
Salah satu faktor yang membuat harganya kurang bersaing di pasar lokal adalah status kendaraan mereka.
Seluruh unit mobil KIA yang dipasarkan di Indonesia didatangkan langsung dalam bentuk impor utuh atau dikenal dengan istilah CBU (Completely Built Up).
Artinya, mobil-mobil ini dirakit sepenuhnya di pabrik luar negeri sebelum dikirim ke Indonesia, sehingga terkena skema pajak impor yang membuat harganya cenderung lebih tinggi dibandingkan mobil yang dirakit secara lokal di dalam negeri.
Di Indonesia, tulang punggung penjualan KIA saat ini bertumpu pada mobil keluarga serbaguna mereka, KIA Carens, yang menyumbang hingga 65,5% dari total penjualan dengan raihan 314 unit.
Model terlarisnya adalah varian Carens Signature 1.5 AT dengan kontribusi sebanyak 186 unit.
Di posisi kedua diisi oleh SUV kompak KIA Sonet yang terjual sebanyak 136 unit. Sementara itu, SUV medium andalan mereka, KIA Seltos, baru mencatatkan pengiriman di bulan Juli 2026 sebesar 29 unit saja.
Nasib kurang beruntung juga menimpa lini mobil listrik murni premium mereka di Indonesia.
Di saat pasar luar negeri mulai diramaikan oleh model bertenaga besar seperti KIA EV9, di Indonesia model listrik premium seperti KIA EV6 dan KIA EV9 justru sama sekali belum mencatatkan angka penjualan wholesales alias masih mengantongi angka 0 unit sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.
Sungguh sebuah perbandingan yang mencolok, mengingat di pasar global, KIA justru sedang membara berkat kombinasi harga terjangkau dan teknologi ramah lingkungan.