- Daihatsu Ayla tipe terendah dipasarkan seharga Rp 141.200.000 dengan mesin 998 cc yang menghasilkan tenaga 67 PS.
- Suzuki S-Presso mengandalkan mesin 998 cc berteknologi VVT yang menawarkan torsi puncak pada putaran mesin 3.500 rpm.
- Daihatsu Ayla memiliki dimensi lebih panjang dengan kabin luas, sedangkan Suzuki S-Presso unggul pada ground clearance tinggi.
Suara.com - Mobil perkotaan ringkas berharga bersahabat selalu memikat konsumen Indonesia yang menginginkan efisiensi harian.
Bagi keluarga muda yang ingin beralih dari roda dua, kepraktisan di tengah padatnya lalu lintas adalah prioritas utama.
Di segmen mobil termurah tanah air, Suzuki S-Presso dan Daihatsu Ayla sering kali menjadi dua kandidat terkuat.
Keduanya menawarkan kelincahan berkendara, namun membawa karakter serta spesifikasi berbeda yang wajib Anda pertimbangkan matang-matang sebelum membeli.
Daihatsu Ayla 1.0 vs Suzuki S-Presso
Harga Daihatsu Ayla Termurah vs Suzuki Spresso
Bicara soal harga, Daihatsu mematok Astra Daihatsu Ayla tipe terendah (1.0 M) dengan harga Rp 141.200.000, sedangkan tipe 1.0 X MT dibanderol Rp 154.100.000.
Sementara itu, Suzuki S-Presso menawarkan kisaran harga yang tidak kalah bersaing. Berdasarkan daftar harga resmi on the road Jabodetabek, Suzuki S-Presso transmisi manual (MT) dihargai Rp 172.600.000, sedangkan tipe transmisi otomatis (AGS) dipatok Rp 182.600.000.
Dengan rentang harga ini, keduanya bertarung ketat di segmen mobil baru yang ramah kantong.
Mesin dan Performa Suzuki S-presso vs Daihatsu Ayla 1.0
Mesin Daihatsu Ayla mengandalkan tipe 1KR-VE, DOHC, VVT-i berkapasitas 998 cc 3-silinder segaris.
Dapur pacu ini memproduksi tenaga maksimum 67 PS pada 6.000 rpm dan torsi puncak 89 Nm pada 4.400 rpm.
Sementara itu, Suzuki S-Presso mempercayakan performanya pada mesin bensin K10C berkapasitas 998 cc 3-silinder dengan teknologi VVT yang menghasilkan tenaga maksimal 49 kW (setara 66 PS) pada 5.500 rpm serta torsi 89 Nm pada 3.500 rpm.
Sebagai penjelasan istilah, DOHC (Double Overhead Camshaft) adalah teknologi mesin dengan dua noken as di atas silinder untuk pembakaran lebih optimal.
Sedangkan VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent) adalah teknologi katup pintar agar konsumsi bahan bakar lebih hemat namun performa tetap terjaga.
Lalu, apa bedanya tenaga dan torsi? Secara sederhana, tenaga menggambarkan kemampuan mesin agar mobil melaju kencang di kecepatan tinggi, di mana Ayla sedikit lebih unggul.
Sebaliknya, torsi adalah kekuatan tarikan awal untuk membantu akselerasi saat mulai berjalan atau menanjak.
Walaupun angka torsi puncaknya sama-sama 89 Nm, S-Presso terasa lebih responsif di kemacetan kota karena torsi puncaknya sudah tercapai pada putaran mesin yang lebih rendah, yaitu 3.500 rpm dibanding Ayla yang butuh 4.400 rpm.
Fitur Daihatsu Ayla vs Suzuki S-Presso
Dari segi fitur, Daihatsu Ayla varian terendah (1.0 M) menawarkan kelengkapan standar seperti lampu halogen, spion manual, velg kaleng 13 inci, audio 1 DIN, serta Dual SRS Airbag (kantong udara keselamatan).
Untuk tipe 1.0 X MT, fiturnya ditambah spion elektrik, velg alloy (logam campuran yang ringan) 14 inci, wiper belakang otomatis, dan audio 2 DIN.
Di sisi lain, Suzuki S-Presso memiliki kabin nyaman dan panel instrumen yang stylish serta ergonomis (nyaman dijangkau).
S-Presso juga dibekali fitur keselamatan melimpah seperti Dual SRS Airbag, rem ABS (Anti-lock Braking System) untuk mencegah roda mengunci saat rem mendadak di jalan licin, serta EBD (Electronic Brakeforce Distribution) yang membagi daya rem secara elektronik.
Fitur lainnya meliputi sensor parkir belakang, Isofix (pengait khusus kursi anak), pemadam api ringan, kontrol kestabilan ESP (Electronic Stability Programme) untuk meminimalisir slip, Hill Hold Control penahan mobil di tanjakan (khusus tipe AGS), serta Engine Auto Start Stop yang otomatis mematikan mesin saat berhenti sejenak untuk menghemat bensin.
Sebagai informasi, transmisi AGS (Auto Gear Shift) adalah sistem transmisi manual yang perpindahan giginya diatur otomatis oleh komputer tanpa pedal kopling.
Kalah Murah tapi Unggul di Ground Clearance
Terakhir, dimensi dan ketinggian bodi menjadi aspek krusial mengingat kondisi jalanan Indonesia yang banyak tidak rata.
Daihatsu Ayla yang memakai platform DNGA (Daihatsu New Global Architecture - struktur rangka modern) memiliki panjang bodi 3.760 mm, jarak sumbu roda 2.525 mm, serta tinggi dari tanah (ground clearance) 160 mm.
Ukuran ini membuat Ayla unggul dalam menyajikan ruang kabin untuk 5 penumpang serta bagasi yang lega, ditambah radius putar minimum lincah sebesar 4,4 meter.
Sebaliknya, Suzuki S-Presso tampil kompak dengan rasa SUV (Sport Utility Vehicle - mobil tangguh penjelajah).
Mobil berkapasitas 4 penumpang ini memiliki panjang bodi lebih pendek yaitu 3.565 mm.
Keunggulan utama S-Presso adalah ground clearance tinggi mencapai 180 mm.
Ketinggian ini membuatnya sangat aman saat harus melewati jalan berlubang atau polisi tidur ekstrem tanpa khawatir bagian bawah mobil tergores. S-Presso juga gesit meluncur dengan radius putar minimum 4,5 meter.