- Mesin hybrid Toyota wajib menggunakan BBM oktan di atas 90 untuk mencegah penurunan performa kendaraan.
- BBM oktan rendah memicu gejala ngelitik, deposit kotoran, kenaikan suhu, dan kerusakan komponen mesin.
- Auto2000 menyediakan layanan servis berkala setiap enam bulan untuk menjaga ketahanan mesin hybrid Toyota.
Suara.com - Mobil hybrid Toyota dibekali teknologi pembakaran dalam modern bersistem katup variabel ganda atau Dual VVT-i. Jantung pacu ini dirancang memiliki rasio kompresi tinggi di atas 13:1, sehingga membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas sesuai rekomendasi pabrikan dengan nilai RON di atas 90.
Penggunaan BBM oktan rendah yang mudah terbakar berpotensi menimbulkan gejala knocking atau ngelitik. Bahan bakar dapat terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api, memicu pembakaran tidak sempurna yang membuat mobil hybrid kehilangan tenaga. Suara mengelitik ini makin terdengar jelas saat kendaraan membawa muatan penuh, menyalip, atau melintasi jalan menanjak.
Selain memicu knocking, BBM yang tidak sesuai menyebabkan munculnya penumpukan deposit kotoran di ruang bakar. Suhu mesin turut meningkat akibat komponen bekerja di luar porsinya. Dampaknya, efisiensi bahan bakar menurun drastis dan komponen internal lebih cepat rusak dalam jangka panjang.
Pemilihan bahan bakar yang tepat membantu menjaga efisiensi serta performa kendaraan. Mobil pun menjadi lebih awet sehingga biaya operasional jangka panjang terasa lebih ringan bagi pemilik kendaraan.
Langkah pencegahan lain yang wajib dilakukan adalah rutin melakukan perawatan berkala setiap enam bulan sekali. Saat servis, pengaturan mesin dikembalikan ke standar ideal pabrikan, serta komponen seperti busi dan filter dibersihkan atau diganti.
”Gejala knocking dan menumpuknya deposit di ruang bakar adalah dua hal yang AutoFamily tidak inginkan pada mesin hybrid Toyota. Solusinya mudah: gunakan BBM sesuai rekomendasi Toyota dan servis berkala di bengkel Auto2000,” jelas Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara, Kamis (1/10/2026).