- Hyundai berinvestasi 26 miliar dolar AS untuk memperkuat fasilitas manufaktur Alabama di Amerika Serikat.
- Dana tersebut dialokasikan untuk memproduksi Tucson hybrid, mesin baru, serta pengembangan powertrain kendaraan listrik.
- Perusahaan menargetkan komponen lokal mencapai 80 persen dan kapasitas produksi 500.000 unit pada tahun 2030.
Suara.com - Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, mematangkan rencana investasi jangka panjang di Amerika Serikat senilai 26 miliar dolar AS atau setara Rp466,9 triliun. Langkah ini difokuskan untuk memperkuat operasional Hyundai di fasilitas manufaktur Alabama.
Dari total dana tersebut, sebanyak 500 juta dolar AS bakal dialokasikan khusus untuk merakit Hyundai Tucson hybrid, memproduksi mesin baru, serta mengembangkan powertrain kendaraan listrik jarak jauh atau Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
CEO Hyundai Motor Jose Munoz menyampaikan bahwa komitmen investasi ini akan menempatkan posisi perusahaan menjadi sangat strategis di pasar lokal.
“Kami akan membawa produksi Tucson hybrid ke Alabama, kemudian Santa Fe juga,” kata Munoz, dikutip Jumat (2/10/2026).
Selain lini kendaraan ramah lingkungan, investasi besar ini mencakup pengembangan mesin anyar serta powertrain EREV untuk Santa Fe dan Tucson generasi mendatang di pasar Amerika Utara. Langkah merakit Tucson hybrid secara lokal juga membantu perusahaan menghindari beban tarif masuk, mengingat seluruh unit yang beredar di AS sebelumnya diimpor langsung dari Korea Selatan.
Meski begitu, Munoz menegaskan bahwa kebijakan lokalisasi produksi ini murni merupakan bagian dari penataan bisnis jangka panjang, bukan sekadar respons jangka pendek terhadap dinamika politik setempat.
“Anda tidak bisa hanya mengubah kebijakan di antara pergantian presiden. Investasi membutuhkan strategi jangka panjang yang jauh lebih matang,” ujarnya.
Melalui ekspansi ini, Hyundai turut berencana memperluas jaringan pemasok komponen serta meningkatkan kapasitas sumber daya teknik di AS. Langkah tersebut disiapkan agar perusahaan mampu merancang produk yang makin sesuai dengan preferensi konsumen lokal.
Guna memperkuat daya saing, Hyundai juga bersiap masuk ke segmen SUV keras dan truk berbasis body-on-frame untuk menantang dominasi pemain lokal.
“Kami telah mengalami peningkatan yang sangat besar dalam hal kualitas yang jauh lebih baik. Saya rasa sekarang kami siap menghadapi tantangan berikutnya. Sebagai bagian dari strategi kami, kami telah berkomitmen untuk berinvestasi di Amerika,” kata Munoz.
Hyundai menargetkan penggunaan komponen lokal mencapai 80 persen pada 2030. Strategi ini berjalan seiring target penambahan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun di Amerika Utara, serta peluncuran 58 model baru maupun pembaruan secara global.