- PT Indomobil Emotor Internasional meluncurkan layanan darurat Emergency Road Assistant di wilayah Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026.
- Layanan kunjungan teknisi ini diberikan bagi konsumen yang mengalami kendala motor mogok dengan syarat menghubungi nomor layanan pelanggan.
- Perusahaan menerapkan verifikasi data dan pembatasan lokasi aman demi memprioritaskan keselamatan selama proses perbaikan kendaraan berlangsung.
Suara.com - PT Indomobil Emotor Internasional memperkuat komitmen layanan purnajual kendaraan listrik dengan meluncurkan Emergency Road Assistant. Layanan kunjungan teknisi langsung ke lokasi ini ditujukan bagi konsumen yang mengalami kendala motor mati atau mogok di wilayah Jakarta.
Fasilitas ERA berlaku untuk seluruh lini kendaraan Indomobil eMotor meliputi model Adora Sprinto Tyranno QT hingga QT Pro. Konsumen dapat mengajukan permohonan bantuan melalui layanan Customer Service yang beroperasi Senin hingga Sabtu pukul 08.30 sampai 22.00 WIB.
“Bagi kami, pengalaman konsumen tidak berhenti ketika kendaraan dibeli. Layanan purnajual merupakan bagian penting dari perjalanan konsumen bersama Indomobil eMotor. Karena itu, kami menghadirkan layanan kunjungan agar konsumen memiliki akses bantuan ketika menghadapi kondisi motor mati atau mogok, dengan proses yang terverifikasi dan ditangani oleh teknisi,” ujar Pius Wirawan CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Senin (12/10/2026).
Proses penanganan dimulai dari pelaporan informasi identitas tipe motor lokasi serta kronologi kendala. Tim Customer Service dan teknisi ERA akan melakukan verifikasi data sebelum mengirimkan personel ke lokasi guna memastikan diagnosa awal berjalan akurat.
Penanganan di tempat disesuaikan dengan hasil pemeriksaan teknisi. Terdapat ketentuan khusus terkait masalah throttle gas yang mana tipe Tyranno masuk dalam cakupan layanan sedangkan model Adora Sprinto QT dan QT Pro tidak termasuk. Jika perbaikan tidak memungkinkan di lokasi tim akan memberikan opsi penanganan lanjutan.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama pelaksanaan perbaikan. Kunjungan teknisi hanya dilakukan jika lokasi kendaraan aman serta dapat diakses bebas dari risiko banjir atau area berbahaya.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap laporan ditangani dengan tepat dan sesuai dengan kondisi kendaraan. Karena itu, proses verifikasi menjadi bagian penting sebelum teknisi menuju lokasi. Dengan demikian, konsumen mendapatkan informasi dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan kendaraannya,” lanjut Pius.
“Keselamatan konsumen dan teknisi tetap menjadi prioritas. Kami tidak ingin proses bantuan justru dilakukan di lokasi yang berisiko. Karena itu, kami melakukan verifikasi terlebih dahulu dan memastikan penanganan dilakukan pada lokasi yang aman serta memungkinkan untuk diakses oleh teknisi,” pungkasnya.