ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB
Motor listrik ALVA di pameran otomotif GIIAS 2026. (Foto: SUARA.COM/Manuel Jeghesta)
BACA 10 DETIK
  • Komisi VII DPR RI mengunjungi pabrik ALVA di Cikarang pada Jumat, 25 September 2026, untuk mendengar tantangan industri motor listrik.
  • Pabrik ALVA memiliki kapasitas seratus ribu unit per tahun dengan tingkat komponen dalam negeri mencapai lebih dari empat puluh persen.
  • ALVA memperluas jaringan pendukung dengan menyediakan lebih dari lima ratus sembilan puluh konektor pengisian daya di seluruh Indonesia hingga September 2026.

Suara.com - PT Ilectra Motor Group melalui merek ALVA berpartisipasi dalam kunjungan kerja Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Kawasan Industri Komisi VII DPR RI di Kawasan Industri Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kunjungan ini menjadi ajang bagi Komisi VII DPR RI untuk mendengarkan langsung pengalaman dan tantangan pelaku industri motor listrik nasional.

Chief Executive Officer ALVA, Purbaja Pantja, menekankan pentingnya ekosistem yang terhubung secara berkelanjutan, mulai dari manufaktur, komponen lokal, teknologi, hingga infrastruktur.

"Pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya tentang kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhannya secara berkelanjutan," ujar Purbaja, Jumat (25/9/2026).

Penguatan Manufaktur dan Tantangan Rantai Pasok Lokal

Fasilitas manufaktur ALVA di Cikarang kini memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 unit per tahun. Pabrik ini menerapkan prinsip smart manufacturing berbasis Industri 4.0 serta telah mengantongi standar ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015.

Dari sisi rantai pasok, seluruh lini produk ALVA sudah mengantongi nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri di atas 40 persen. Komponen lokal yang digunakan meliputi rangka, panel bodi, sistem pengereman, hingga dukungan dua Industri Kecil dan Menengah binaan Kementerian Perindustrian yang memproduksi battery box dan battery bracket.

Meski demikian, ALVA memaparkan sejumlah tantangan dalam menaikkan skala TKDN, seperti ukuran pasar yang masih berkembang, kesiapan pemasok lokal, kebutuhan investasi tooling, serta perlunya kepastian arah kebijakan pemerintah.

Peran Kawasan Industri dan Ekspansi Infrastruktur

Keberadaan di kawasan industri dinilai memberikan keunggulan akses utilitas, tenaga kerja, dan jaringan logistik. ALVA melihat peluang penguatan kawasan industri ke depan melalui penyediaan energi bersih, perluasan infrastruktur pengisian daya, serta pengembangan fasilitas riset bersama.

Ekosistem pendukung ALVA juga terus berkembang. Hingga September 2026, produsen ini telah menyediakan lebih dari 590 konektor Boost Charge di seluruh Indonesia, melonjak signifikan dari 150 konektor pada tahun sebelumnya. Jaringan operasional ALVA kini didukung 19 titik penjualan, 10 ALVA Experience Center, serta lebih dari 130 titik layanan purnajual untuk memperkuat aksesibilitas konsumen

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com