Suara.com - Strategi pabrikan mobil Honda di India dipastikan bakal terasa makin "lokal" dan kental dengan sentuhan India mulai tahun 2028.
Honda menjalin kemitraan strategis dengan Tata Technologies, sebuah perusahaan penyedia jasa rekayasa dan pengembangan produk otomotif asal India, menurut Motorbeam.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari program efisiensi global Honda yang menargetkan pemangkasan biaya operasional lebih dari 9 miliar Dolar AS (sekitar Rp161,1 triliun) dalam empat tahun ke depan.
Langkah ini diambil guna merespons kerugian terkait investasi kendaraan listrik (EV) yang diproyeksikan melampaui 12 miliar Dolar AS (sekitar Rp214,8 triliun), sekaligus mengalihkan fokus ke teknologi hibrida.
Melalui kemitraan dengan Tata Technologies, Honda dapat memanfaatkan jaringan pemasok komponen lokal India yang sangat luas.
Cara ini diproyeksikan mampu menekan biaya pengembangan kendaraan hingga 20 persen.
Tak hanya itu, durasi pengembangan mobil baru yang biasanya memakan waktu hingga lima tahun dapat dipangkas menjadi sekitar setengahnya.
Pertahankan Kendali Kualitas dan Teknologi Utama
Meskipun proses rekayasa awal dan pemilihan pemasok komponen diserahkan kepada Tata Technologies, Honda menegaskan tidak akan melepas kendali atas kualitas produknya.
Pabrikan asal Jepang tersebut tetap memegang kendali penuh atas aspek-aspek utama kendaraan.
Hak kendali Honda mencakup pengawasan standar kualitas manufaktur, pengembangan teknologi mesin, fitur keselamatan dan bantuan pengemudi (driver-assistance systems), serta sistem konektivitas.
Kerja sama ini murni difokuskan untuk merancang kendaraan yang ramah di kantong konsumen lokal tanpa mengorbankan reputasi ketangguhan yang melekat pada merek Honda.
Kembalikan Kejayaan Pasar SUV di India
Perubahan strategi ini dipicu oleh penurunan performa penjualan Honda di pasar India selama satu dekade terakhir.
Pangsa pasar Honda di negara tersebut merosot tajam dari puncaknya sebesar 7,3 persen menjadi tinggal 1,3 persen saja.
Lini produk Honda di India menyusut hingga tersisa empat model, dengan tulang punggung penjualan diampu oleh Honda City, Amaze, dan Elevate.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan melonjaknya tren mobil SUV di India yang kini dikuasai oleh pabrikan lokal seperti Tata Motors dan Mahindra.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, model pertama hasil kolaborasi Honda dan Tata Technologies dipastikan berupa SUV sub-4 meter yang bakal diluncurkan pada 2028.
Segmen SUV ringkas di bawah 4 meter sangat populer di India karena mendapatkan insentif pajak kendaraan kecil.
Setelah SUV sub-4 meter meluncur, Honda berencana menghadirkan SUV ukuran menengah (midsize SUV) serta memperkuat lini sedan.
Potensi India Jadi Basis Ekspor Global Honda
Penguatan rantai pasok dan manufaktur lokal tidak hanya ditujukan untuk menguasai pasar domestik India semata.
Honda mengindikasikan bahwa apabila model-model baru garapan lokal ini berhasil mencapai target penjualan, kualitas, dan profitabilitas yang ditetapkan, India berpotensi diangkat menjadi basis ekspor global.
Transformasi ini menjadi momentum penting bagi Honda untuk menutupi celah lini produknya, menyajikan kombinasi harga dan fitur yang lebih kompetitif, sekaligus mempertahankan standar rekayasa khas raksasa otomotif Jepang.