- PT JETOUR Sales Indonesia menjual 411 unit kendaraan secara nasional pada September 2026.
- Penjualan tersebut didominasi oleh lini kendaraan Plug in Hybrid Electric Vehicle sebanyak 288 unit.
- Keberhasilan ini ditopang oleh spesifikasi teknis JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM yang efisien.
Suara.com - PT JETOUR Sales Indonesia mencatatkan kinerja penjualan yang sangat positif sepanjang September 2026 dengan membukukan retail sales sebanyak 411 unit. Angka ini mencerminkan lonjakan pertumbuhan sekitar 17% dibandingkan Agustus 2026 yang mengumpulkan 351 unit, sekaligus membuktikan penerimaan pasar nasional yang semakin solid terhadap lini produk mereka.
Menariknya pendorong utama performa positif tersebut didominasi oleh lini kendaraan berteknologi Plug in Hybrid Electric Vehicle berlabel Intelligent Dual Mode. Kombinasi JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM menyumbang 288 unit atau sekitar 70% dari total penjualan bulanan. Varian T1 i-DM memimpin dengan torehan 150 unit diikuti T2 i-DM sebanyak 138 unit.
Moch Ranggy Radiansyah Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia menyoroti pergeseran tren pilihan konsumen yang kian realistis terhadap teknologi PHEV.
“Pencapaian pada September menjadi sinyal positif bagi JETOUR, terutama melihat semakin kuatnya kontribusi model i-DM terhadap penjualan kami. Dalam satu bulan, JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM menyumbang sekitar dua pertiga dari total retail sales kami. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap kendaraan dengan teknologi Plug in Hybrid Electric Vehicle yang menawarkan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari sekaligus fleksibilitas ketika membutuhkan perjalanan yang lebih jauh,” ujar Ranggy, Selasa (13/10/2026).
Keberhasilan JETOUR tak lepas dari kapabilitas teknis yang disajikan. JETOUR T1 i-DM dibekali mesin ACTECO 1.5 TGDI baterai LFP 18,4 kWh serta transmisi DHT yang sanggup melaju murni tenaga listrik sejauh 100 km.
Sementara JETOUR T2 i-DM diposisikan sebagai SUV petualang dengan baterai CATL 3 Speed DHT dan motor listrik ganda yang sanggup menembus total jarak jelajah lebih dari 1.200 km.