Ancaman Tarif Redam Ekspansi Mobil Hybrid China di Pasar Eropa

Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:20 WIB
Ilustrasi mobil hybrid. (Toyota)
BACA 10 DETIK
  • Pemerintah China dan Uni Eropa menyepakati pembatasan ekspor kendaraan hybrid pada 9 Oktober 2026 guna menghindari tarif impor.
  • Komisi Eropa memproyeksikan regulasi baru ini mampu memangkas volume ekspor kendaraan hybrid China hingga lebih dari separuhnya.
  • Dominasi pabrikan China yang menguasai sebagian besar pangsa pasar otomotif Eropa memicu penerapan kebijakan pembatasan tersebut.

Suara.com - Pemerintah China dan Uni Eropa dikabarkan mencapai kesepahaman bersama guna membatasi lonjakan ekspor mobil hybrid buatan Negeri Tirai Bambu. Kesepakatan yang dicapai pada 9 Oktober 2026 ini diambil sebagai langkah penghindaran penerapan tarif impor tambahan untuk model bermesin bensin dan baterai asal China di pasar Benua Biru.

Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefovi mengonfirmasi bahwa langkah ini dirancang khusus untuk mengendalikan ekspansi agresif pabrikan China. Berdasarkan proyeksi internal Komisi Eropa volume ekspor kendaraan hybrid China selama empat tahun ke depan diperkirakan terpangkas hingga lebih dari 50 persen dibandingkan skenario tanpa regulasi baru.

Langkah preventif ini diambil menyusul dominasi sengit pabrikan China yang terus menggerus pangsa pasar produsen otomotif lokal Eropa. Data Asosiasi Mobil Penumpang China mencatat ekspor kendaraan utuh ke Uni Eropa mencapai 1,56 juta unit pada periode Januari hingga Agustus 2026.

Penjualan mobil plug-in hybrid melonjak drastis 179 persen sedangkan hybrid konvensional melesat 142 persen.

Kondisi tersebut dipertegas oleh data Asosiasi Produsen Otomotif Eropa yang mencatat merek-merek China berhasil menguasai 14 persen pangsa pasar mobil hybrid serta 25 persen segmen PHEV di Eropa pada semester pertama 2026. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang saat itu hanya berada di kisaran 2 persen.

Kendati kesepakatan diklaim sejalan dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia rincian teknis pembatasan masih menunggu persetujuan akhir dari para pemimpin negara anggota Uni Eropa.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com