- Mazda menggantungkan nasib mobil listriknya pada Changan Automotive asal Tiongkok untuk mengejar ketertinggalan transisi energi global.
- Pabrikan asal Jepang tersebut meluncurkan model Mazda 6e dan SUV CX-6e yang berbasis pada platform kendaraan Deepal.
- Direktur Pelaksana Mazda Australia Vinesh Bhindi menyatakan pada Kamis (15/10/2026) bahwa kolaborasi ini diperluas akibat lonjakan permintaan konsumen.
Suara.com - Keputusan Mazda untuk menggantungkan nasib mobil listrik mereka pada produsen Tiongkok, Changan Automotive, semakin menegaskan keterlambatan pabrikan asal Hiroshima ini dalam merespons transisi energi global. Setelah sempat terpuruk akibat kegagalan crossover MX-30 yang berumur pendek, Mazda kini terpaksa menempuh jalur pintas demi mengejar ketertinggalan.
Langkah instan tersebut diwujudkan lewat peluncuran Mazda 6e yang berbasis Deepal L07 serta SUV CX-6e yang mengambil platform Deepal S07. Ketergantungan ini berpotensi mengikis identitas rekayasa khas Mazda yang selama ini dielu-elukan pecinta otomotif, mengingat porsi pengembangan platform dasarnya didominasi oleh pihak Tiongkok.
Direktur Pelaksana Mazda Australia Vinesh Bhindi mengakui lonjakan permintaan EV yang didorong krisis bahan bakar menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi tersebut.
"Konsumen mulai menerima kendaraan listrik sebagai pilihan yang layak dalam gaya hidup mereka. Sayangnya, hal ini mungkin dipicu oleh pasokan bahan bakar dan kenaikan harga bahan bakar, karena dampaknya terhadap perekonomian lebih besar," kata Bhindi, dikutip Kamis (15/10/2026).
"Kemitraan kami selama 20 tahun dengan Changan Automotive di Nanjing adalah kemitraan yang kuat. Kami telah mulai membicarakan peluang lain apa yang mungkin ada," tambahnya.
Wacana menghadirkan SUV listrik murah berbasis Deepal S05 semakin memperjelas bahwa Mazda enggan menanggung risiko finansial tinggi untuk merancang platform EV mandiri dari nol.
Meski Mazda mengklaim adanya keterlibatan tim teknis Jepang dan Eropa untuk menyetel ulang karakter berkendara, praktik rebadge terselubung ini berisiko menurunkan nilai eksklusivitas merek di mata konsumen global yang mendambakan keaslian rekayasa Mazda.