- BYD Atto 1 resmi dipasarkan di Indonesia seharga Rp199 juta hingga Rp245 juta dengan jarak tempuh mencapai 380 km.
- Suzuki meluncurkan mobil listrik ringkas e-Sky di Jepang seharga setara Rp175,91 juta setelah subsidi dengan jarak tempuh hingga 310 km.
- Kedua kendaraan listrik perkotaan ini menawarkan spesifikasi, kapasitas baterai, dan dimensi berbeda untuk memenuhi kebutuhan mobilitas konsumen yang praktis.
Suara.com - Pasar mobil listrik (electric vehicle/EV) ringkas entry-level semakin memanas seiring tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan perkotaan yang praktis dan terjangkau.
Di Indonesia, pabrikan asal Tiongkok, BYD, telah resmi menggebrak pasar melalui BYD Atto 1 yang dijual mulai dari kisaran Rp199 jutaan.
Di sisi lain, raksasa otomotif Jepang, Suzuki, meluncurkan penantang serius bernama Suzuki e-Sky di pasar domestik Jepang dan tengah bersiap mengeksplorasi pasar global.
Komparasi ini menjadi menarik bagi konsumen perkotaan yang bimbang antara membeli unit yang sudah tersedia di Indonesia atau menunggu kejutan dari Suzuki.
Ketersediaan dan Status Pasar: Indonesia vs Luar Negeri
Perbedaan paling mendasar dari kedua mobil listrik murah ini terletak pada ketersediaan dan status peluncurannya. BYD Atto 1 sudah resmi dipasarkan di Indonesia, dapat langsung dipesan, serta didukung jaringan purna jual resmi di Tanah Air.
Sebaliknya, Suzuki e-Sky baru resmi meluncur di Jepang pada pertengahan November dengan target penjualan 1.000 unit per bulan, sebelum menjajaki pasar Eropa dan Inggris pada 2027.
Meski belum diluncurkan secara resmi di Indonesia, kehadiran Suzuki e-Sky di pasar global menunjukkan keseriusan Suzuki untuk menantang dominasi mobil listrik ringkas asal Tiongkok.
Adu Harga, dan Pilihan Varian
Di pasar Indonesia, BYD Atto 1 ditawarkan dalam tiga varian resmi dengan harga OTR Jakarta sebagai berikut:
- Standard: Rp199.000.000
- Dynamic: Rp210.000.000
- Premium: Rp245.000.000
Banderol tersebut menjadikannya salah satu mobil listrik murni paling terjangkau di pasar domestik.
Sementara itu, di Jepang, Suzuki e-Sky dipasarkan dalam dua tipe utama, yakni varian A seharga 2,12 juta Yen (13.400 Dolar AS) dan varian X seharga 2,79 juta Yen (17.600 Dolar AS) sebelum subsidi.
Mengacu pada kurs 1 Dolar AS = Rp17.950, harga varian A setara sekitar Rp240,53 juta, sedangkan varian X mencapai sekitar Rp315,92 juta.
Daya tarik utama Suzuki e-Sky terletak pada subsidi kendaraan ramah lingkungan (CEV subsidy) dari pemerintah Jepang sebesar 568.000 Yen (3.600 Dolar AS) atau sekitar Rp64,62 juta.
Dengan insentif tersebut, harga varian dasar e-Sky turun menjadi sekitar 9.800 Dolar AS atau Rp175,91 juta.
Label sub-10k atau di bawah Rp179,5 juta menjadikan Suzuki e-Sky sebagai salah satu mobil listrik termurah di Jepang.
Adu Spesifikasi: Baterai, Performa, dan Jarak Tempuh
Dari sisi penyimpanan daya, BYD Atto 1 mengusung Blade Battery berkapasitas 30,08 kWh pada varian Standard dan Dynamic, serta 38,88 kWh pada varian Premium.
Berdasarkan standar NEDC, jarak tempuhnya mencapai 300 km untuk varian Standard dan hingga 380 km untuk varian Premium.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 55 kW dengan torsi 135 Nm, sanggup berakselerasi 0-50 km/jam dalam 4,9 detik, dan mendukung DC Fast Charging 30-40 kW.
Di sisi lain, Suzuki e-Sky dibangun di atas platform EV khusus HEARTECT-e dan dibekali baterai LFP berkapasitas 26 kWh yang dipasok oleh produsen yang terafiliasi dengan BYD.
Meski kapasitas baterainya lebih kecil, e-Sky diklaim mampu menempuh jarak hingga 310 km berdasarkan standar WLTC berkat efisiensi energi tinggi sebesar 97 Wh/km dan bobot kendaraan yang ringan, yakni hanya 1.030 kg.
Motor listriknya menghasilkan tenaga hingga 70 kW (94 hp), yang kemudian dibatasi menjadi 47 kW (63 hp) untuk menyesuaikan regulasi kei car Jepang. Mobil ini juga mendukung DC Fast Charging hingga 50 kW.
Adu Dimensi dan Fitur Kabin
Dari sisi ukuran dan kepraktisan, BYD Atto 1 hadir sebagai hatchback lima pintu dengan panjang 3.925 mm, pelek alloy 16 inci, bagasi berkapasitas 230 hingga 930 liter, serta layar sentuh yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto.
Mobil ini juga dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) hingga 2,2 kW untuk menyuplai daya ke perangkat elektronik eksternal.
Sementara itu, Suzuki e-Sky mengusung format kei car lima pintu dengan dimensi lebih ringkas, yakni panjang 3.395 mm dan lebar 1.475 mm, sangat mirip dengan Suzuki Karimun Wagon R.
Meski ukurannya kecil, kabin empat penumpang e-Sky tetap dirancang fungsional dengan panel instrumen digital, layar infotainment 10,1 inci pada varian tertinggi, serta berbagai opsi personalisasi seperti paket Mild Sporty dan Neo Future.
Plus Minus Masing-Masing
BYD Atto 1
Plus:
- Sudah resmi dijual dan bergaransi di Indonesia.
- Dimensi lebih lapang untuk lima penumpang dengan panjang 3.925 mm.
- Pilihan baterai lebih besar dengan jarak tempuh hingga 380 km (NEDC).
- Dilengkapi fitur V2L 2,2 kW.
Minus:
- Tidak seringkas kei car untuk penggunaan di jalan yang sangat sempit.
- Varian tertinggi Premium mencapai Rp245 juta OTR Jakarta.
Suzuki e-Sky
Plus:
- Efisiensi energi sangat tinggi, hanya 97 Wh/km.
- Bobot ringan 1.030 kg.
- Mendukung DC Fast Charging hingga 50 kW.
- Lincah untuk penggunaan di kawasan perkotaan padat.
- Harga bersubsidi di Jepang berada di bawah 10.000 Dolar AS atau sekitar Rp175,91 juta.
Minus:
- Belum resmi dijual di Indonesia.
- Kapasitas baterai hanya 26 kWh.
- Kabin hanya untuk empat penumpang dan lebih kompak dibanding Atto 1.